Humas PT KAI Daop 6 Jogja Supriyanto mengatakan, semula, terdapat 23 stasiun yang telah melayani pemeriksaan GeNose C19 yaitu Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Purwokerto, Kutoarjo, Jogja, Solo Balapan, Lempuyangan, Madiun, Jombang, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Sidoarjo, Jember, dan Ketapang. "Penambahan secara bertahap dari dua stasiun pada awal Februari hingga 44 stasiun pada akhir Maret ini," katanya Senin (29/3).
Penambahan stasiun layanan pemeriksaan GeNose C19 ini merupakan komitmen KAI dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan untuk memenuhi syarat bepergian dengan Kereta Api pada masa pandemi Covid-19. Dan merupakan sinergi BUMN. "Masyarakat sangat antusias terhadap produk buatan Indonesia ini. Ini karena proses yang mudah, cepat, nyaman, dan harganya Rp 30 ribu," ujar Supriyanto.
Adapun penambahan ke 21 stasiun tersebut antara lain Stasiun Banjar, Tasikmalaya, Jatibarang, Pekalongan, Cepu, Gombong, Kebumen, Sidareja, Kroya, Wates, Klaten, Purwosari, Blitar, Kediri, Tulungagung, Kertosono, Nganjuk, Lamongan, Mojokerto, Kalisetail, dan Probolinggo. Tiga stasiun di antaranya merupakan wilayah Daop 6 Jogja.
Pun untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas, serta tidak boleh merokok, makan, minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum melaksanakan tes. “Hasil pemeriksaan GeNose C19 di 44 stasiun tersebut dapat dipakai untuk keberangkatan di seluruh stasiun yang melayani perjalanan KA Jarak Jauh,” jelasnya.
Imbuhnya, khusus bagi pelanggan yang hendak berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, dapat memesan layanan pemeriksaan GeNose C19 melalui aplikasi KAI Access. Caranya, pada saat melakukan pembelian tiket Kereta Api Jarak Jauh, pelanggan dapat menambahkan layanan pemeriksaan GeNose C19 langsung pada aplikasi KAI Access.“Dengan semakin banyaknya stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 ini, kami harapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat yang ingin bepergian dengan kereta api sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah," imbuhnya. (wia/pra) Editor : Editor Content