Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Tak Ragu Donor Plasma Konvalesen

Editor News • Senin, 8 Februari 2021 | 21:57 WIB
WUJUD RASA KEPEDULIAN: Bagus Rully sedang mendonorkan plasma konvalesen di Kantor PMI Kota Jogja, Senin pagi (8/2). Bagus menyadari bahwa tak ada yang enak selama menjalani perawatan Covid-19.Melihat derita proses penyembuhan Covid-19, hati Bagus terketuk
WUJUD RASA KEPEDULIAN: Bagus Rully sedang mendonorkan plasma konvalesen di Kantor PMI Kota Jogja, Senin pagi (8/2). Bagus menyadari bahwa tak ada yang enak selama menjalani perawatan Covid-19.Melihat derita proses penyembuhan Covid-19, hati Bagus terketuk
RADAR JOGJA - Tak ada mimik muka takut saat seorang Bagus Rully pria yang kesehariannya bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jogjakarta mendonorkan plasma konvalesen di Kantor PMI Kota Jogja, Senin pagi (8/2).

Bagus Rully menceritakan, dia ingin mendonorkan plasma konvalesen secara mandiri. Hanya saja mengetahui ada program dari Kementerian BUMN, langsung mendaftar. Hingga akhirnya Bagus dinyatakan satu-satunya dari 11 calon pendonor yang memenuhi seluruh persyaratan.

"Awalnya memang mau mandiri, sebagai komitmen saya kalau sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Ingin membantu sesama dengan mendonorkan plasma konvalesen saya," jelasnya ditemui di Kantor PMI Kota Jogja usai melakukan donor.

Baginya aksi ini adalah wujud rasa kepedulian dan kemanusiaan. Terutama untuk membantu kesembuhan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan gejala berat.

Bagus menyadari bahwa tak ada yang enak selama menjalani perawatan Covid-19. Dia harus jauh dari keluarga agar bisa sembuh. Selain itu juga meminimalisir sebaran Covid-19 di lingkungan keluarga dan tempat kerjanya.

Melihat derita proses penyembuhan Covid-19, hati Bagus terketuk. Dia mulai mencari-cari informasi tentang tata cara donor plasma konvalesen. Hingga akhirnya dia sepakat mengikuti program dari Kementerian BUMN.

"Saya itu terkonfirmasi positif Covid-19 4 Januari lalu, lalu 11 Januari negatif. Untuk meyakinkan saya swab tanggal 18 Januari dan hasilnya sudah negatif. Saya tahu rasanya kena covid, pastinya tidak enak dan kasihan kalau tidak dapat pertolongan," katanya.

Bagus sendiri rutin mendonorkan darahnya. Baginya tak ada bedanya antara donor darah dan donor plasma konvalesen. Alat yang digunakan juga sama. Hanya saja untuk kali ini hanya plasma konvalesen yang didonorkan.

Dia juga berniat mendonorkan plasma konvalesen kembali. Tentunya menunggu rentang waktu 14 hari kemudian. Sesuai dengan ketentuan yang diberikan kepada pendonor plasma konvalesen.

"Setelah ini masih bisa donor lagi, siap kalau memenuhi syarat. Kalau rasanya sama sepeti donor darah biasa, tidak terasa sakit, karena memang sudah rutin. Setelah ini saya juga langsung lanjut kerja," ujarnya.

Wakil Satgas Covid-19 BUMN Akhdiyat Setia Purnama menuturkan program donor plasma konvalesen adalah komitmen bersama. Terutama dalam mendukung peran PMI. Dengan melibatkan mantan pasien Covid-19 yang berstatus karyawan BUMN di Jogjakarta.

Untuk kawasan Jogjakarta sendiri dikoordinasi oleh PT. Taman Wisata Candi. Perannya melakukan pendataan karyawan-karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara untuk program donor plasma diutamakan pasien Covid-19 bergejal yang telah sembuh.

"Dari riset, plasma konvalesen ini bisa membantu proses penyembuhan pasien Covid-19 bergejala berat hingga sekitar 90 persen. Tentunya kami dorong terus karena semakin banyak pendonor semakin meningkatkan potensi kesembuhan," katanya. (dwi/sky) Editor : Editor News
#donor plasma darah