Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Suka Kopi Sachetan, Kini Jual Kopi Nusantara

Editor Content • Minggu, 27 Desember 2020 | 15:02 WIB
ISTIMEWA
ISTIMEWA
RADAR JOGJA – Berawal dari penggemar kopi sachetan membuat Dewangga Arya Putra terjun ke bisnis kopi. Terlebih, bisnis kopi dengan konsep berbeda akan mampu mengundang daya tarik masyarakat.

Dewangga Arya Putra, menekuni dunia bisnis kopi sejak 2013 lalu. Berawal dari hobi menyeduh kopi instan saat SD. Kini dia mampu membuka sembilan outlet kopi di Kota Jogja. Karena pandemi Covid-19, hanya lima outlet yang saat ini dijalankan. "Kopi menurut saya luwes, kita bisa belajar banyak hal dari kopi. Saya enggak peduli kamu siapa, ketika ketemu di kopi jadi saudara," katanya tentang alasan hobi pada dunia kopi kepada Radar Jogja (18/12).

Hobi pada dunia perkopian ini berangkat dari suka menyeduh kopi-kopi instan. Mendadak masuk 2013, pria 27 tahun itu sengaja mengikuti lomba kewirausahaan tingkat DIJ. "Enggak tahu kenapa saya menang juara satu," ujarnya.

Lantas semangatnya tumbuh, usai mendapat penghargaan pada lomba tersebut. Tak berhenti disitu, karena tanggungajwab akan kemenangan itu. Terpaksa, Ia harus merealisasikan  konsep untuk membangun bisnis kopi dengan mengajak teman-teman Karang tarunanya pada waktu itu. "Dari situ bisa menghidupi banyak orang khususnya karang taruna. Ada 20 anggota kalau nggak salah waktu itu," jelas anggota Komunitas Kopi Nusantara itu.

Gayung bersambut, memasuki 2015 dia mampu secara mandiri membuka bisnis warung kopi. Bagaimana konsep yang diangkat? Warung kopi dengan konsep tetap jalanan menggunakan gerobak yang lebih merakyat. "Awal pakai gerobak, berpindah-pindah sampai sempat di Malioboro pasang surut. Dari punya satu, nambah lagi dan nambah lagi," ceritanya.

Kopi yang ditawarkan ialah kopi nusantara. Karena masih aktif di komunitas tersebut, Ia memiliki jaringan banyak orang. Tak hanya barista melainkan sampai ke petani lokal kopi se-nusantara. Sehingga, dengan mudah mendapatkan kopi dari petani lokal nusantara untuk kemudian diolah menjadi produk minuman kekinian. Kopi nusantara yang dijual langsung dari petani lokal baik dari Jogja, Jatim, Jateng, Jember, Sumatera, Bali, dan masih banyak lagi. "Cuma yang dijual kopi-kopi dari jejaring komunitas sendiri yaitu teman-teman petani yang kecil. Dan semua wilayah ada," jelasnya. "Ya supaya petani-petani kecil juga terekspos dan biar lebih layak lagi harganya," sambungnya.

Ternyata, tak hanya Ia mendapatkan produk kopi saja dari petani. Melainkan, turut dalam memanen hasil kopinya. Hal ini yang dinilai paling sulit selama menyukai dunia kopi. Sebab, untuk memanen kopi harus menempuh jarak berkilo-kilometer bahkan dengan ketinggian dari 600-2.600 mdpl. "Paling sulit ya ikut merasakan susahnya manen kopi bersama petani yang di gunung harus berkilo-kilometer," tuturnya.  "Target di dunia usaha kopi, nyari saudara sebanyak mungkin. Dan juga pemberdayaan SDM karena lagi Covid-19 banyak teman-teman yang lagi nganggur," imbuhnya. (wia/pra)  Editor : Editor Content
#bisnis kopi