"Di sini bisa didarati Airbus A380 dan Boeing 777. Pesawat gede-gede bisa turun di sini," ujarnya.
“Yang lama (Adisutjipto), (luasnya) 17 ribu meter persegi, di sini (YIA-red) 219 ribu meter persegi. Berapa kali lipat? 13-14 kali lipat dari yang lama," tambahnya.
Jokowi juga membandingkan kapasitas Bandara Adisutjipto dengan YIA. Jika Bandara Adisutjipto hanya mampu menampung 1,6 juta penumpang, diperkirakan YIA dapat menampung 20 juta penumpang.
“Ini tugas kita bersama, bagaimana bisa mendatangkan 20 juta itu, bukan tugas yang ringan," katanya.
Jokowi yakin setelah pandemo Covid-19 berakhir nanti, YIA akan menjadi bandara paling ramai. Dia juga memuji desain interior YIA yang menurutnya khas sekali. Bandara yang dibangun senilai Rp 11,3 triliun ini didesain sebagai bangunan tahan gempa dan antisipasi gelombang tsunami 12 meter.
“Pengerjaannya menurut saya terbaik saat ini di Indonesia," tandasnya. (sky/tif) Editor : Editor News