Ketua PFI Jogjakarta Oka Hamied menjelaskan, bantuan sembako tersebut merupakan hasil donasi dari para donatur pada kegiatan penggalangan dana melalui media sosial.
“Ini adalah hasil dari sumbangan atau donasi dari para donatur yang perduli akan masyarakat terdampak dari penyebaran pandemi virus corona di jogja,” ujar Oka Hamied di sela-sela kegiatan pengemasan paket sembako di Omah Pitoe Namburan Lor, Selasa (14/4).
Oka menuturkan, awalnya gerakan ini hanya di kalangan wartawan foto Jogja. Setelah mendapat respon baik oleh puluhan donatur melalui media sosial, akhirnya dibukalah dompet penggalangan donasi secara umum dengan waktu kurang dari satu minggu.
“Awalnya kami hanya menggalang donasi dari teman-teman wartawan foto jogja saja akan tetapi setelah diposting ke media sosial, banyak respon yang ingin berdonasi. Dan Alhamdulillah terkumpul sejumlah dana,” jelasnya.
Bantuan paket sembako terdiri dari kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, gula, mie instan, minyak goreng, dan masker kain. Distribusinya akan dilakukan dengan dua sistem yaitu pintu ke pintu (door to door) dan secara langsung di sejumlah jalan protokol Kota Jogja pada Kamis, (16/4). Fokusnya kepada warga rentan terdampak Covid-19 seperti tukang becak, kusir andong, lansia dan sejumlah orang yang benar-benar membutuhkan.
“Untuk para donatur yang telah bermurah hati, kami ucapkan banyak terima kasih dan rencananya aksi ini akan terus kami lanjutkan hingga beberapa tahapan,” ungkapnya.
Melalui penyaluran sembako ini PFI Jogjakarta berharap dapat sedikit membantu warga jogja dalam melewati masa sulit pandemi Covid-19.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat dan kami mengimbau untuk masyarakat untuk mengikuti anjuran Pemerintah yaitu Physical Distancing dan tetap di rumah saja untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di jogja ,” ungkap Oka. (sky/tif) Editor : Editor News