"Alhamdullillah kondisi Tsaqif sudah membaik dan dipindah ke ruang PICU," jelas sang paman, Kantun Basuki, kepada Radar Jogja kemarin (2/1).
Sebelumnya, Tsaqif yang mengalami pendarahan otak menjalani perawatan intensif di runag ICU (intesive care unit) lantai II RSUP dr Sardjito. Sejumlah alat bantu yang sebelumnya terpasang di beberapa organ tubuh, sejak kemarin beberapa di antaranya dilepas. "Kemarin dicoba melepas bantuan pernafasannya. Alhamdhulillah uji cobanya berhasil," jelasnya.
Sementara itu Kepala Humas dan Bagian Hukum RSUP dr Sardjito Trisno Heru Nugroho membenarkan perkembangan Tsaqif yang mulai membaik. Sejak Minggu, ventilator yang digunakan sebagai alat bantu nafas telah dilepas. "Pasien bisa bernafas sendiri, kesadaran perlahan pasti sudah membaik," jelas Heru.
Sejak dipindah ke ruang PICU, dua buah alat penghantar oksigen atau cannula dua buah masih dipasang ke hidung. Alat bantu lain seperti infus dan alat untuk memasukkan nutrisi ke tubuh juga masih terpasang. "Meski kondisi membaik, tim dokter masih terus memantau perkembangan 24 jam," jelasnya.
Sementara itu sejak perawatan Tsaqif menjadi viral di media sosial, berbagai sumbangan dari masyarakat terus mengalir. Termasuk para dokter dan pegawai rumah sakit juga memberikan donasi.
Tercatat sumbangan yang telah disalurkan mencapai Rp 120.879.209. "Kami salurkan ke rekening sang kakak Wildan," jelasnya.
Seperti diketahui, Tsaqif merupakan salah satu korban yang selamat pada kecelakaan lalu lintas belum lama ini. Akibat insiden itu, kedua orang tuanya, Sutrisno, 34 dan Sri Kanthi Prihatin, 34, meninggal dunia.
Sang ayah, Sutrisno yang mengendarai motor, meninggal di lokasi kejadian setelah mengalami luka di bagian kepala dan leher. Sedangkan sang bunda, menyusul suami beberapa jam setelah sempat mendapat perawatan di RSUP dr Sardjito. (bhn/laz/ong) Editor : Administrator