Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapolda DIJ Baru, Akan Tindak Tegas Pelaku Intoleransi

Administrator • Sabtu, 23 April 2016 | 21:19 WIB
Photo
Photo
SLEMAN-Mabes Polri melakukan pergeseran pada posisi pucuk pimpinan lima Polda dan beberapa jabatan strategis. Salah satunya jabatan Kapolda DIJ yang akan dioper dari Brigjen Polisi Erwin Triwanto ke Brigjen Polisi Prasta Wahyu Hidayat. Serah terima jabatan dilaksanakan Kamis (21/4) di Jakarta dan dilanjutkan dengan pisah sambut Jumat (22/4) di Mapolda DIJ.


Brigjen Prasta sebelumnya menjabat Karorenmin Baintelkam Polri. Sedangkan Brigjen Erwin selanjutnya menjadi Kapolda Kalimantan Selatan. Mengenai tempat tugasnya yang baru, Prasta mengatakan, seperti pulang ke rumah sendiri. Karena sebagai alumni UGM, ia mengaku cukup tahu Jogjakarta. Namun belakangan ia juga mendengar beberapa kasus intoleransi di DIJ.


Menurutnya, sejak lama DIJ dikenal sebagai tempat yang toleran dan ramah untuk semua orang. Status DIJ sebagai daerah tujuan wisata utama dan daerah tujuan pendidikan terkemuka, merupakan bukti toleransi berkembang sangat baik di tengah-tengah masyarakat DIJ.

Toleransi membuat orang-orang luar daerah dan luar negeri, nyaman berkunjung ke Jogja, atau bahkan menetap di Jogja, untuk sekolah, kuliah maupun berwisata.


"Kalau ada kasus intoleransi kita akan bertindak tegas. Negara tidak boleh kalah dengan sekelompok orang," tegasnya.


Pria kelahiran Jakarta, 2 Juni 1962 yang menjalani pendidikan polisi di Akabri angkatan 1985 itu juga berjanji akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan atau gerakan intoleransi.


"Sudah saatnya DIJ kembali menegaskan diri sebagai Daerah Istimewa yang toleran dan ramah bagi semua orang, semua warga bangsa, juga warga dunia," ungkapnya kepada Radar Jogja.

Bagi Prasta, aksi-aksi intoleran menimbulkan kesan DIJ tak lagi aman dan masyarakatnya kehilangan semangat kebersamaan. Kesan itu tentu saja tidak baik bagi DIJ, juga bagi Indonesia.


"Jangan sampai predikat city of tolerance ini tenggelam oleh aksi-aksi kekerasan. Polisi bersama masyarakat bahu membahu menjunjung tinggi keberagaman, tegas kepada siapa saja yang bersikap intoleran," paparnya.


Selain menjadi kepala teritori, antara lain pernah menjabat Kapolres Kebumen dan Kapolres Cilacap, Jawa Tengah. Karir panjang Prasta di kepolisian banyak dihabiskan di bidang intelijen. Beberapa diantaranya menjadi Direktur Intelkam Polda Sumatera Utara (Sumut) pada 2009. Saat itu Kapolda Sumut dijabat Brigjen Polisi Badrodin Haiti yang kini menjadi Kapolri.


Juga pengalaman sebagai kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DKI Jakarta. Tanggung jawab mengepalai badan intelijen dengan wilayah tugas ibukota negara itu diembannya dari pertengahan 2010 sampai awal 2012.


Kenyang pengalaman di intelijen membuat Prasta tahu, keberhasilan pelaksanaan tugas polisi ditentukan dukungan masyarakat. Karena itu, hal pertama yang akan dilakukannya sebagai Kapolda DIJ adalah silaturahmi dengan berbagai elemen warga dan tokoh-tokoh masyarakat DIJ.


"Masyarakat kita rangkul, polisi tampil sebagai sahabat, bukan aparat. Melalui silaturahmi ini, kita bisa mengenali karakter masyarakat sekaligus memetakan isu-isu Kamtibmas yang menonjol di daerah. Salah satunya kasus-kasus intoleransi itu tadi," tutur Pati Polisi yang fasih berbahasa Jawa, Sunda dan Minang itu.


Dalam posisi demikian, menurutnya, tidak ada pilihan lain bagi polisi selain tampil sebagai sosok yang humanis. Kesan bahwa polisi ini sipil, bukan militer, harus dikedepankan. Kesan polisi sosok yang menakutkan harus dihilangkan dari penilaian masyarakat.


"Harapannya, hilang itu kesan polisi berjarak dengan publik. Sehingga tugas polisi memberikan pengayoman, perlindungan, dan pelayanan kepada masyarakat, juga untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, bisa dilaksanakan dengan lebih lancar dan optimal. Kita juga enggak mau kan ketika ada suatu kasus kita dibilang enggak mampu menangani, kemudian muncul tudingan negara melakukan pembiaran. Tidak, kita tidak menginginkan itu," pungkasnya. (riz/dem) Editor : Administrator
#Brigjen Polisi Prasta Wahyu Hidayat #kapolda baru #POLDA DIY #Jogjakarta