Dijelaskan Heru, awalnya yang bersangkutan mengambil cuti seminggu dan seharusnya telah masuk kerja pada awal November 2015. Namun sampai saat, PNS tersebut tidak ada kabar. PNS bagian rehabilitasi medik tersebut, hilang bersama suami dan anak-anaknya. "Saat didatangi di rumahnya, Pak RT-nya juga tidak tahu, me-reka semuanya me ninggalkan rumah," katanya.
Heru sempat mengaku curiga ketika pegawai RS Sardjito beserta suami dan anaknya menghilang. Bahwa mereka diduga direkrut untuk menjadi anggota organisasi radikal. Karena setelahnya ada anggota BIN yang mencari informasi tentang keduanya.Dari informasi yang diperolehnya, seorang anak pegawai bagian fisioterapis itu tengah belajar di sebuah pesantren di Solo, Jateng. "Kami pernah didatangi anggota BIN yang mencari informasi ten-tang keduanya. Kita sudah lapor-kan di kementerian terkait hal ini," katanya.
Mengenai beberapa laporan orang hilang dengan misterius ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi meminta kepada masyarakat untuk selalu was-pada ketika ada orang asing di lingkungannya. Serta tidak segan melapor ke polisi apabila men-jumpai hal-hal yang men-curigakan. "Saling menjaga diri dan keluarga sesuai keyakinan dan agama masing-masing. Serta selalu ber-komunikasi dengan satu sama lain," tandasnya. (riz/jko/ong) Editor : Editor News