Bisa dibilang, acara tersebut jadi wadah buat ngumpulnya berbagai komunitas yang punya konsen gerakan di bidang green lifestyle. Sedikitnya kemarin itu ada tiga belas komunitas yang ngumpul. Di antaranya Magic Finger Syndicate, KOPHI, HiLo, Slow Food, Migunani, Sobat Bumi, Jogja Berkebun, dan lain-lain.
Guyup Jogja Hijau itu berlangsung dari pukul 13.00 sampai 21.30 WIB. Di kegiatan itu para komunitas saling sharing ilmu dan aktivitas soal penyelamatan lingkungan yang telah dan akan mereka lakukan. Selain bertujuan memperluas pengetahuan, juga mengenalkan aksi-aksi positif pelestarian lingkungan ke masyarakat.
Guyup Jogja Hijau dimulai dari workshop re-make your cloth, make it worth yang bekerja sama dengan Magic Finger Syndicate. Ada pameran komunitas-komunitas lingkungan meliputi makanan tradisional Slow Food, pameran daur ulang. Juga ada tarian dari Aceh dan penampilan music akustik yang hemat energy.
Enggak cuma itu, aksi lingkungan tambah lengkap dengan adanya Barter Reusable Bag di pusat kota Jogja dan titik Nol kilometer. Yaitu sebuah gerakan menukar tas plastik dengan reusable bag yang telah disediakan. Harapannya dengan barter tas, masyarakat mulai mengurangi penggunaan tas plastic, terutama saat belanja.
"Karena semua peserta punya misi menyelamatkan lingkungan, jadi ketika bicara soal Jogja Hijau, obrolannya nyambung. Saling tukar info dan pengetahuan soal lingkungan," ungkap Amanda Deby salah satu peserta workshop.
Ketua Guyub Jogja Hijau, Dhia sengaja mempertemukan komunitas lingkungan agar mereka bisa saling mengenal. Karena ke depan, antarkomunitas itu akan saling kerjasama, berkumpul, berbagi ilmu, serta memperkenalkan aksi-aksi positif pelestarian lingkungan. (rin/man)
Editor : Editor News