KULON PROGO - Pimpinan Daerah Tapak Suci Kulon Progo kembali menggelar Kejuaraan Tapak Suci Bupati Cup VII 2026, Minggu (6/9). Kejuaraan yang diselenggarakan di Taman Budaya Kulon Progo itu, diikuti ratusan pesilat cilik jenjang sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Kehadiran kejuaraan ini, merupakan sarana menjaring bibit atlet muda sejak sekolah dasar.
Ketua Panitia Pelaksana Iswanto mengungkapkan, Kejuaraan Tapak Suci Bupati Cup merupakan gelaran rutin tiap tahun. Biasanya kejuaraan tersebut diselenggarakan di bulan Agustus. Namun, karena pertimbangan beberapa hal, kejuaraan digelar pada awal September 2026.
"Total 521 peserta, bertanding dalam dua kategori, 426 atlet bertanding kategori fighter, dan 95 atlet kategori seni," ucap Iswanto, Minggu (6/9).
Baca Juga: Merawat Tradisi, Jaga Rasa Syukur Warga Paker lewat Merti Dusun Tiap September
Iswanto menyampaikan, jumlah peserta yang mencapai 500-an orang di luar prediksi panitia. Lantaran, prediksi penyelenggara, kejuaraan menghadirkan 300 peserta.
Namun, berkat antusias atlet muda kejuaraan justru menghadirkan ratusan peserta dengan tingkat kompetisi yang tinggi. Kebanyakan peserta merupakan atlet tapak suci yang mendapat pembelajaran di sekolah dasar negeri atau swasta.
Momentum kejuaraan tapak suci ini, diharapkan menjadi bagian pengembangan dan pembinaan olahraga pencak silat. Peserta yang merupakan anak-anak, juga dapat memupuk pengalaman bertanding. Sehingga, saat menjalani kompetisi kelas nasional, atlet memiliki mental yang matang.
Baca Juga: Wisatawan Naik, Okupansi Hotel Malah Turun, Dispar DIY Siapkan Event untuk Perpanjang Masa Tinggal
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Kejuaraan merupakan sarana menunjukkan hasil latihan dan mengukur kemampuan calon atlet silat. Selain itu, silat merupakan warisan budaya yang hingga kini harus dilestarikan sebaik mungkin.
"Kejuaraan seperti ini menemukan bibit-bibit atlet pencak silat daerah," ungkapnya.
Baca Juga: Pohon Pinus di Lahan 1,5 Hektare Milik Perhutani di Kebumen Terbakar
Agung menyampaikan, kejuaraan harus sering digelar. Mengingat dari kejuaraan, akan muncul atlet-atlet muda dari Kulon Progo. Tentu, pemerintah daerah akan menggembleng atlet potensial agar mampu membawa nama harum Kulon Progo.
Kendati dalam suasana berkompetisi, Agung berharap setiap anak-anak bertanding dengan sportif. Lantaran, kejuaraan merupakan sarana mengasah kemampuan, kepercayaan diri serta memelihara kerendahan hati. (gas)
Editor : Heru Pratomo