Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Ingin Kembali Bertahan dengan Nyaman, Liana: Manajemen Tak Mau  Terseok-seok di Papan Bawah

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 23 Juni 2026 | 21:08 WIB
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno   
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno  

 

JOGJA - Manajemen PSIM Jogja tidak ingin memasang target berlebih dalam menyongsong kompetisi Super League 2026/2027.

Alih-alih mengumbar target muluk yang membebani tim, Laskar Mataram hanya memilih untuk kembali bertahan dengan nyaman di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. 

Baca Juga: Panduan Praktis Merawat Ikan Cupang bagi Pemula agar Tetap Sehat dan Cantik

Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengungkapkan, fokus utama manajemen saat ini adalah menjaga stabilitas klub, baik dari segi finansial maupun performa di lapangan. 

"Kami memang diam, kami tak pernah publikasi bagaimana kami bekerja. Tapi kami melakukan yang terbaik untuk PSIM dan kami berdoa," bebernya, Selasa (23/6).

Ketika disinggung mengenai target konkret untuk musim depan, perempuan yang akrab disapa Liana ini menegaskan target manajemen tetap jelas. 

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Tidak Ditahan, Wajib Lapor Seminggu Sekali

Yakni menyamai pencapaian musim lalu atau berada di zona aman tanpa harus terseok-seok di papan bawah.

Menurut Liana, tim pelatih yang dikomandoi Jean-Paul van Gastel saat ini sebenarnya sudah mulai memetakan kebutuhan skema pemain untuk mengarungi musim baru.  

Meski begitu, manajemen tidak mau gegabah dalam melakukan aksi belanja pemain yang justru bisa merusak keuangan klub.

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Tidak Ditahan, Wajib Lapor Seminggu Sekali

"Targetnya gini sih, kalau misalnya kami bisa memperoleh seperti suasananya, seperti musim ini gitu ya, bisa bertahan dengan nyaman aja deh, itu udah harus disyukuri. Iitu gak bisa dipungkiri," bebernya. 

Oleh karena itu, saat ini dia ingin menyeimbangkan ekspektasi publik, kontribusi donatur (sponsor), dan realitas performa tim di lapangan. 

Langkah preventif diambil demi menjaga kesehatan finansial jangka panjang PSIM agar tidak ditinggalkan para penyokong dana. "Jadi jangan sampai kami jor-joran tapi membuat kapok banyak orang. Kan itu juga gak baik loh," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#jean-paul van gastel #Yuliana Tasno #PSIM Jogja