Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaga Stabilitas Finansial Klub, PSIM Jogja Tak Ingin Jorjoran Beli Pemain

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 18 Juni 2026 | 20:09 WIB
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno   
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno  

 

JOGJA - Manajemen PSIM Jogja menegaskan tidak akan asal jorjoran dalam membelanjakan uang lewat bursa transfer menyongsong kompetisi Super League musim 2026/2027.

 Pihak manajemen memilih bersikap realistis demi menjaga stabilitas finansial klub dalam jangka panjang.

Baca Juga: Demi KDMP, Korwil Pendidikan Mlati Sleman Harus Terusir, Kini Terpaksa Menumpang di SDN Tlogoadi

Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno mengungkapkan, penambahan amunisi baru menjelang musim depan sudah masuk dalam rencana wajib manajemen.

 Namun wanita yang akrab disapa Liana ini menekankan pentingnya keseimbangan antara target prestasi yang ingin dicapai dengan kondisi pengeluaran kas klub.

"Kalau itu pasti menambah amunisi. Tapi target itu harus diimbangi dengan pengeluaran klub," bebernya, Kamis (18/6). 

Baca Juga: Legislatif DPRD Kota Jogja Desak Pemkot Siapkan Sekenario Hadapi Libur Sekolah, Tinggal Dua Kantong Parkir Utama

Liana mengatakan, ambisi besar untuk mendatangkan pemain bintang berharga mahal jangan sampai justru menjadi bumerang bagi kesehatan finansial tim di kemudian hari. 

Ia tidak ingin manajemen terjebak dalam tren belanja instan yang bisa merugikan klub di masa depan. "Jadi jangan sampai kami ini jorjoran tapi membuat kapok gitu. Saya punya visi, bagaimanapun juga pengembangan usia muda itu harus diperhatikan.

Karena kan pengembangan usia muda nanti yang akan menyuplai ke first team," jelasnya. 

Lebih lanjut Liana menyoroti fenomena klub-klub lokal yang sering hanya mengandalkan aktivitas transfer tanpa memikirkan regenerasi.

 Berkaca dari tata kelola klub profesional di luar negeri, fondasi utama sebuah tim yang sehat justru terletak pada akademi dan pembinaan talenta mudanya.

"Di luar negeri adalah pengembangan usia muda, bagaimana usia muda ini bisa menyuplai ke tim utama," tegasnya.  

Baca Juga: Lurah Garongan Kulon Progo Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pungli; Berawal ketika Hendak Nikah  Warga Dimintai  Uang Rp 300

Oleh karena itu saat ini Liana ingin manajemen PSIM getol membangun sistem pembinaan usia dini agar berjalan beriringan dengan ambisi tim utama di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mengingat status PSIM merupakan tim yang baru saja promosi. 

Tak hanya itu, Liana juga meminta publik dan suporter setia, Brajamusti maupun The Maident, untuk sedikit bersabar menanti proses tersebut berbuah manis. "Itu yang sedang kami kerjakan, tapi sabar.

 Karena kami ini juga baru promosi. Gak ada yang instan, semuanya butuh proses," tuturnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Super League #Yuliana Tasno #PSIM Jogja