SLEMAN - Kontribusi seorang Irvan Yunus Mofu tidak selalu diukur dari kuantitas gol yang dicetak, namun juga kualitas momentum yang ia ciptakan. Bersama PSS Sleman, striker bernomor punggung 88 itu berulang kali membuktikan diri sebagai pembeda di laga-laga krusial.
Meski tidak produktif secara statistik, gol-gol Mofu hadir di saat paling dibutuhkan. Sejauh ini dari 21 pertandingan yang sudah dijalani PSS di Pegadaian Championship 2025/2026, Irvan Mofu sendiri sudah tampil dalam 9 pertandingan dan mencetak 4 gol.
Teranyar, ia mencetak gol semata wayang kemenangan atas Persela Lamongan pada pekan ke-21 Pegadaian Championship. Gol itu memastikan Laskar Sembada menjaga posisi puncak klasemen selama dua pekan.
"Alhamdulillah bersyukur atas gol saya. Itu untuk bangkitkan rasa percaya diri, apalagi striker harus cetak gol untuk motivasi diri," ujar Mofu, Kamis (5/3).
Peran krusial Mofu sejatinya sudah terlihat sejak putaran pertama. Saat menghadapi PS Barito Putera, golnya menjadi penyelamat yang menjaga PSS dari kekalahan sekaligus mengukuhkan posisi di papan atas klasemen sementara.
Memasuki putaran kedua, kontribusinya kembali terasa. Saat menjamu Persiku Kudus, sontekan di masa injury time mengubah hasil imbang menjadi kemenangan dramatis.
Di laga tandang kontra Deltras FC, ia kembali muncul sebagai penyelamat lewat gol di detik akhir yang menggagalkan kekalahan.
Pada putaran ketiga, Mofu kembali dipercaya tampil sejak menit awal saat bertandang ke markas Persela. Pergerakan dan penyelesaian klinisnya sukses mengonversi umpan silang Frédéric Injaï menjadi gol tunggal yang memastikan kemenangan PSS atas Laskar Joko Tingkir.
Saat ini, pemain asal Papua itu menegaskan tekadnya untuk terus berkontribusi dalam enam laga tersisa di putaran ketiga. "Sebagai striker atau pemain, harapannya insya Allah semoga bisa cetak skor lagi, cetak banyak gol, dan bisa bawa PSS Sleman ke Liga 1, amin," tegasnya.
Kontribusi Mofu menjadi bukti bahwa efektivitas dan mentalitas sering kali lebih penting daripada sekadar angka. Gol-golnya lahir di momen ketika tim membutuhkan solusi di tengah kebuntuan.
Sejak awal bergabung dengan Super Elja, ia memang menegaskan komitmennya untuk selalu siap kapan pun dibutuhkan. "Harus selalu siap kapan pun pelatih meminta saya bermain. Tugas saya melakukan yang terbaik saat sesi latihan dan saat bermain," ujarnya.
Enam pertandingan tersisa akan menjadi panggung berikutnya bagi Irvan Mofu untuk kembali menjadi pembeda. Dalam persaingan yang semakin ketat, mental kuat dan insting tajamnya bisa menjadi kunci bagi PSS menjaga asa promosi.
"Diberi waktu bermain berapa menit pun saya akan selalu siap," katanya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun