JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY tengah bersiap menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026 dengan format berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berlangsung di Sahid Raya Hotel, Sabtu (14/2) pagi, induk organisasi olahraga prestasi di DIY ini akan fokus pada penyusunan program untuk tahun 2027 yang dinilai sangat krusial, karena banyak agenda di tingkat daerah maupun nasional yang harus dijalani.
Wakil Ketua Umum (WKU) II KONI DIY Nolik Maryono mengatakan, di Rakerda tahun lalu materi yang dibahas adalah evaluasi program tahun sebelumnya dan menyusun rencana program di tahun berjalan. Maka untuk Rakerda tahun ini program yang akan disusun adalah untuk tahun depan atau 2027.
Menurutnya, Rakerda 2026 ini tidak boleh lagi hanya fokus pada rencana kerja di tahun berjalan, karena Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tahun 2026 dan peruntukannya sudah ditetapkan.
"Jadi kalau kami baru bahas program tahun ini, jelas tidak akan merubahnya. Mulai sekarang image-nya mau kami ubah. Kali ini laporannya evaluasi 2025, pemaparan program 2026, dan langsung menyusun program kerja 2027," ucapnya, Jumat (13/2).
Lebih lanjut Nolik menjelaskan penyusunan program tahun 2027 ini sangat penting. Sebab di tahun tersebut akan banyak sekali event olahraga yang harus dijalani dan diikuti oleh KONI DIY, baik di level daerah maupun nasional.
Menurut Nolik, pada tahun itu akan ada berbagai agenda besar nasional yang berlangsung secara bersamaan. Mulai Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY, Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON), Porwanas, Pomnas, hingga Popnas.
Sehingga, pada tahun 2027 dianggap sebagai tahun yang krusial bagi KONI DIY. Mengingat seluruh kegiatan tersebut akan terkait dengan pencapaian prestasi hingga kebutuhan dana.
Antisipasi jadwal pun juga diperlukan agar cabang olahraga (cabor) yang bertanding di Porda tidak bentrok dengan jadwal kualifikasi PON, yang memungkinkan beberapa pertandingan Porda harus dimajukan. "Kami harus pintar menata jadwal, karena ada event yang jadwalnya berbarengan," tuturnya.
Tak hanya itu, selain akan fokus pada pembahasan program tahun 2027, Nolik juga mengatakan jika di Rakerda tahun ini, KONI DIY akan menerima pengajuan calon anggota baru dari tiga cabor yakni padel, bowling dan ice skating. Dari ketiga cabor tersebut, pihaknya sudah melakukan verifikasi administrasi dan faktual di lapangan untuk memastikan kelengkapan dokumen dan keberadaan sekretariat masing-masing cabor.
Untuk syaratnya, masih sama seperti yang sebelumnya, meliputi kepemilikan induk organisasi di tingkat pusat, keberadaan AD/ART, memiliki SK dari Pengurus Besar (PB) atau Pengurus Pusat (PP).
"Sudah memiliki kepengurusan di minimal tiga kabupaten/kota (pengkab/pengkot) hingga sudah pernah menggelar kejurda dan kesiapan kesekretariatan. Mereka juga akan memaparkan profil cabornya dalam rakerda, untuk penerimaannya tergantung dari anggota," tandasnya. (ayu/laz)