Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Laga Sarat Nostalgia dengan Mantan Tim, Pemain PSIM Jogja Rahmatsho Tetap Profesional Hadapi Persijap Jepara

Fahmi Fahriza • Rabu, 24 Desember 2025 | 03:07 WIB

 

Pemain PSIM Jogja asal Tajikistan Rahmatsho Rahmatzoda.
Pemain PSIM Jogja asal Tajikistan Rahmatsho Rahmatzoda.

JOGJA - Laga tandang PSIM Jogja melawan Persijap Jepara pada lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 menjadi momen penuh emosi bagi Rahmatsho Rahmatzoda. Pemain PSIM asal Tajikistan itu akan kembali ke kota yang pernah menjadi rumahnya pada musim kompetisi sebelumnya bersama Laskar Kalinyamat.

Kedatangan Rahmatsho ke Jepara menghadirkan perasaan hangat dan nostalgia tersendiri. Ia mengaku tidak asing dengan atmosfer kota, stadion, hingga lingkungan sekitar yang sebelumnya begitu lekat dengan kesehariannya sebagai pemain Persijap.

"Rasanya seperti aku kembali lagi pulang ke rumah dan sebelumnya sudah tinggal di sini selama bertahun-tahun," ungkap Rahmatsho sebelum pertandingan, Selasa (23/12).

Antusiasme tinggi turut dirasakan sang pemain karena laga ini menjadi ajang reuni dengan banyak rekan lama, staf, hingga orang-orang yang pernah membersamainya. Rahmatsho menyebut hampir setiap sudut kota Jepara masih terekam jelas dalam ingatannya.

"Aku senang kembali dan bermain di sini. Aku akan melihat banyak orang yang dekat denganku di sini. Segalanya ada di sini dan semuanya baik-baik saja," tambah Rahmatsho.

Meski sarat dengan kedekatan emosional, Rahmatsho menegaskan dirinya tetap mengedepankan profesionalisme sebagai pemain PSIM.

Ia menyadari laga kontra Persijap Jepara pada Selasa (23/12) malam tidak akan berjalan mudah, mengingat tuan rumah juga memiliki ambisi besar di hadapan publiknya, meski harus bermain tanpa penonton.

"Persiapanku seperti biasanya saja, tetapi aku paham bahwa akan ada pertandingan yang sulit," jelasnya.

Rahmatsho juga menyayangkan pertandingan ini harus digelar tanpa kehadiran suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini. Menurutnya, Jepara merupakan kota dengan kecintaan tinggi terhadap sepak bola, dan atmosfer stadion selalu menjadi kekuatan tersendiri.

"Sayang pertandingan ini akan berlangsung tanpa penonton. Padahal mereka di sini sangat mencintai sepak bola," ucap pemain bernomor punggung 63 tersebut.

Kini, fokus Rahmatsho sepenuhnya tertuju pada misi membawa Laskar Mataram meraih hasil maksimal di laga tandang. Ia berharap kerja keras tim bisa berbuah manis dan membawa pulang tiga poin ke Kota Gudeg.

"Target seperti biasa. Kita akan bermain untuk kemenangan, dan semoga kita bisa pulang ke Jogja dengan tiga poin," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#persijap jepara #Super League #Rahmatsho #Laskar Mataram #PSIM Jogja