JOGJA - Sekolah Sepak Bola (SSB) Marsudi Agawe Santoso (MAS) Jogja terus menunjukkan komitmennya dalam membina talenta-talenta muda. Tidak hanya ingin mencetak pemain yang bermanfaat bagi Kota Jogja, tetapi SSB ini juga ingin mencetak pemain sepak bola untuk kancah Indonesia.
Koordinator SSB MAS Jogja Isnawan Sulaksono menjelaskan, sejak berdiri 1998 silam, SSB MAS kini telah menjadi salah satu pilar pembinaan usia muda di DIY dengan total sekitar 120 murid.
Dalam melakukan pembinaan, lanjut Isnawan, SSB MAS Jogja terus melakukan latihan yang intensif bagi para siswanya. Pembinaan di SSB MAS Jogja dibagi menjadi dua kelompok usia utama, masing-masing dengan fokus dan jadwal latihan yang berbeda.
Pada kelompok usia dini atau 12 tahun ke bawah. Para murid berlatih menggunakan gawang kecil dalam sesi latihannya, mereka berfokus pada pengenalan dasar-dasar sepak bola.
Lalu, untuk kelompok usia remaja 13 dan 14 tahun. Anak-anak berlatih menggunakan gawang besar. Ini dilakukan untuk mempersiapkan pemain ke jenjang kompetisi yang lebih serius.
Sementara, untuk jadwal latihan rutin dilakukan di dua lokasi yang berbeda. Kelompok usia dini mayoritas berlatih di Lapangan Minggiran setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu. Sedangkan, kelompok usia remaja (gawang besar) berlatih di Lapangan Sembungan pada hari Senin dan Rabu.
"Sementara ini latihan rutin. Nanti diselingi uji coba sama ada turnamen untuk anak-anak itu hampir tiap bulan itu ada," katanya, Rabu (5/11).
Menurut Isnawan, sebagai salah satu SSB senior yang ada di DIY. SSB MAS Jogja membawa visi yang sederhana namun fundamental, yaitu membina usia muda untuk menjadi pemain sepak bola yang potensial. Tidak hanya berkarir di level lokal, tetapi harapannya para pemain SSB MAS Jogja ini mampu berkontribusi bagi sepak bola nasional.
"Kami ingin terus menciptakan pemain sepak bola yang potensial," lontarnya. (ayu)
Editor : Sevtia Eka Novarita