Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hingga Pekan Keempat Rafinha Masih Minim Menit Bermain di PSIM Jogja, Pelatih Jean Paul van Gastel Ungkap Alasannya

Fahmi Fahriza • Senin, 1 September 2025 | 04:07 WIB

 

Rafael de Sa Rodrigues atau Rafinha saat latihan dan melakukan debut bersama PSIM Jogja musim ini.
Rafael de Sa Rodrigues atau Rafinha saat latihan dan melakukan debut bersama PSIM Jogja musim ini.

JOGJA - PSIM Jogja membuka langkah di BRI Super League 2025/2026 dengan catatan cukup positif. Dari empat pertandingan awal, Laskar Mataram membukukan dua kemenangan dan dua hasil imbang. Performa ini menandai start yang stabil bagi tim asuhan Jean Paul van Gastel di level tertinggi sepak bola Indonesia.


Namun di balik tren positif itu, ada satu hal yang cukup menjadi perhatian publik. Rafael de Sa Rodrigues atau Rafinha, penyerang asal Brasil yang musim lalu menjadi top skor PSIM sekaligus pemain terbaik Liga 2, justru belum banyak mendapat kesempatan bermain.


Musim lalu Rafinha tampil sangat dominan bersama PSIM. Ia menjadi motor serangan sekaligus mesin gol utama dengan torehan 20 gol, yang turut membawa PSIM promosi ke kasta tertinggi. Namanya dielu-elukan suporter, bahkan dianggap sebagai simbol kebangkitan klub kebanggaan warga Jogja ini.


Namun situasi berbeda terjadi musim ini. Dari empat laga yang sudah dijalani, Rafinha baru tampil sekali, itu pun dari bangku cadangan saat PSIM menjamu Arema FC. Ia hanya diberi waktu sekitar 20 menit di lapangan. Minimnya menit bermain ini menimbulkan pertanyaan, mengingat statusnya sebagai bintang musim lalu.


Menyoal hal itu, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel tidak menampik kualitas yang dimiliki Rafinha. Tetapi, ia menilai ada sejumlah faktor yang membuat sang striker harus lebih bekerja keras agar bisa bersaing di Super League.


"Rafinha bermain sangat bagus di musim lalu dan saya juga tahu bagaimana kualitas dia. Tapi Liga 2 dan Super League berada di level yang berbeda. Ini level tertinggi, semua pemain harus menaikkan standar," ujar Van Gastel Minggu (31/8).


Menurut pelatih asal Belanda itu, aspek fisik, taktik, dan teknik menjadi tolok ukur utama untuk menentukan siapa yang akan diturunkan. Baginya, reputasi musim lalu tidak cukup untuk menjamin menit bermain.


"Saya memilih pemain yang paling siap untuk setiap pertandingan. Karena tujuan kami jelas, memenangkan laga," sebutnya.


Diakui, tidak ada favorit satu atau dua pemain saja dalam tim. Baginya semua sama dan harus bersaing juga membuktikan mereka layak. "Semua harus bersaing dan membuktikan kualitas mereka," tegasnya.


Van Gastel juga menegaskan, transisi dari Liga 2 ke Super League bukan hal mudah. Intensitas pertandingan lebih tinggi, kualitas lawan lebih merata, dan setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal.


"Perbedaan harus disampaikan kepada pemain. Performanya harus berbeda juga. Di sini (Super League), tuntutannya lebih besar, jadi semua orang di tim harus bisa beradaptasi," tambahnya.


Sementara itu, dari sisi suporter, ada harapan besar agar Rafinha tetap diberi kesempatan lebih. Salah satu perwakilan Brajamusti Adi Prasetyo menilai sang striker masih punya kemampuan yang bisa diandalkan PSIM di tengah ketatnya persaingan Super League.


"Bagi kami suporter, atau bagi saya, Rafinha bukan hanya pemain biasa. Dia punya jasa besar membawa PSIM naik ke Super League," ungkapnya.


Ia sendiri berharap Rafinha bisa segera diberi kesempatan untuk membuktikan diri dan dicoba bermain sejak menit pertama.


"Saya berharap Coach Van Gastel bisa memberi dia lebih banyak menit bermain. Karena dengan pengalaman dan kualitasnya, Rafinha tetap bisa jadi pembeda," ujar Adi.


Menurutnya, para suporter memang memahami bahwa keputusan ada di tangan pelatih. Tetapi dukungan moral untuk Rafinha tetap harus diberikan agar ia bisa segera kembali ke performa terbaiknya.


"Kami percaya persaingan internal itu sehat. Tapi Rafinha layak diberi kesempatan membuktikan diri lagi. Suporter ingin melihat dia kembali cetak gol untuk Laskar Mataram," tambahnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Rafael De Sa Rodrigues #Van Gastel #arema fc #PSS Sleman #BRI Super League 2025/2026 #Super League #Brajamusti #Super League 2025 #rafinha #Liga 2 #PSIM Jogja