Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM vs Persib Berakhir Imbang, Van Gastel Sesalkan Gol Menit Akhir, Bojan Hodak Soroti Penyelesaian Akhir Pemain

Fahmi Fahriza • Senin, 25 Agustus 2025 | 03:30 WIB

 

Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persib Bandung, Minggu (24/8).
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persib Bandung, Minggu (24/8).

JOGJA - Laga pekan ketiga BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Jogja dan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8), berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertandingan ini diwarnai drama tiga penalti, di mana dua di antaranya didapatkan oleh Persib, dan keduanya juga gagal dieksekusi menjadi gol.


Dalam keterangannya seusai pertandingan, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengaku kecewa timnya gagal menjaga keunggulan hingga menit akhir. Sebab, PSIM sendiri sempat unggul terlebih dahulu melalui gol penalti yang dicetak Ze Valente.


"Saya tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan suporter Persib melihat dua penalti gagal. Tapi saya juga kecewa karena kami kebobolan di menit akhir. Rasanya kedua tim sama-sama pantas kecewa," kata Van Gastel.


Lebih lanjut pelatih asal Belanda ini juga menyoroti kekuatan fisik lawan. Diakui, banyak pemain Persib yang memiliki kualitas fisik bagus, termasuk di area penyerangan. Hal itu dinilainya cukup merepotkan barisan pertahanan Laskar Mataram.


"Fisik pemain Persib bagus, banyak yang tinggi dan kuat. Umpan silang dan bola lambung mereka efektif. Gol telat itu sungguh tidak kami sangka," tambahnya.


Sementara itu, dari kubu lawan Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menyoroti penyelesaian akhir timnya. Di samping itu ia juga menyesalkan dua momen penalti yang gagal dimanfaatkan anak asuhnya.


"Kami dapat dua penalti tapi keduanya gagal. Secara permainan cukup bagus, tapi finishing belum maksimal. Saya apresiasi daya juang pemain, tapi tetap tidak puas," ujarnya.


Menyoal kedua penalti yang gagal dioptimalkan Uilliam Barros dan Marc Klok, Bojan menyampaikan penalti bukan hanya soal teknik. Ia menyebut juga berkaitan erat dengan mental pemain.


"Latihan penalti selalu kami lakukan. Barros selama ini yang terbaik, tapi di pertandingan tekanan berbeda. Penalti bukan sekadar teknik, tapi mental. Kreativitas dan penyelesaian akhir pemain juga masih perlu ditingkatkan," tegasnya.


Hasil imbang ini membuat PSIM tetap menunjukkan kapasitasnya sebagai tim promosi yang mampu menahan juara bertahan, sementara Persib harus mengevaluasi tajam kegagalan dari titik putih. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#marc klok #Stadion Sultan Agung (SSA) #BRI Super League 2025/2026 #Uilliam Barros #Ze Valente #persib bandung #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja