JOGJA - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DIY terus mempersiapkan diri untuk tampil di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB 2025 yang akan digelar 24 Juli hingga 1 Agustus mendatang. Pada ajang dua tahunan ini, DIY akan memberangkatkan 25 induk organisasi olahraga (Inorga) yang menjadi anggotanya.
Ke-25 Inorga yang nantinya akan diberangkatkan di Fornas itu, meliputi, Indonesia Drum Corps Association (IDCA), Komunitas BEPers Indonesia (KBI), Indonesian Airsofter Association (Inassoc), Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI), Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara (LSPSN), Asosiasi Pemandu Sorak Indonesia (APSI), Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi), Keluarga Pencak Silat Nasional (KPSN), Aliansi Taijiquan Nasional Indonesia (ATNI), Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (Porpi), Komunitas Indonesia Skateboard (KIS), Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia (IOSKI), Indonesian Esport Association (Iespa), Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI), Yayasan Janting Indonesia (YJI).
Kemudian Senam Tera Indonesia (STI), Universal Line Dance (ULD), Asosiasi Masyarakat Dansa Indonesia (AMDI), Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI), Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI), Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI). Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi), Walet Basura Nusantara (WBN), dan Silek Harimau Minangkabau (SHM).
Dari 25 Inorga itu, akan ada 13 Inorga yang mendapat bantuan pembiayaan dari KORMI DIY. "Dari 13 Inorga yang akan dibiayai KORMI DIY, terdapat 44 pegiat yang akan berangkat. Sedangkan 12 Inorga yang mandiri, terdapat 95 pegiat. Untuk yang mandiri, masih bisa bertambah karena antusias Inorga KORMI selama ini sangat besar," jelas Ketua Umum KORMI DIY Kadarmanta Baskara Aji Selasa (24/6).
Menurutnya, penentuan Inorga dan pegiat yang mendapatkan dana dari KORMI DIY dan ada yang berangkat mandiri, berdasarkan hasil Fornas sebelumnya di Jawa Barat. Penetapan itu dikarenakan biaya pemberangkatan pegiat ke NTB lebih besar dibandingkan pemberangkatan pegiat saat di Jawa Barat.
"Untuk seluruh pegiat, kami mohon untuk menyiapkan asuransi kesehatan. Bukan wajib, namun kami anjurkan," ungkap mantan kepala Disdikpora DIY ini. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita