RADAR JOGJA - Regina Mikaela Lintang Putri baru pulang membela Indonesia di Junior Soccer School dan League (JSSL) di Singapura, pertengahan April lalu. Kini dia membawa sekolahnya , SD Kanisius Duwet menjadi kampiun MilkLife Soccer Challenge (MSC) kelompok umur (KU) 12 di Stadion Tridadi Sleman, Minggu (22/6).
Dia menjadi pencetak gol satu-satunya di laga final yang sengit kontra MIS Al Islamiyah Grojogan, sang juara bertahan. Tak hanya itu, Regina juga didapuk sebagai pemain terbaik dalam kompetisi tersebut. "Saat pertandingan sebenarnya teman-teman sedikit takut tapi kami terus semangat melawan dan berhasil mempertahankan keunggulan skor," ucap Regina.
Penampilan Regina memang tampil paling mencolok dalam pertandingan final tersebut. Kemampuannya sudah terasah sejak mengikuti MSC season sebelumnya. Bahkan terpilih menjadi salah satu pemain All-Stars Jogja dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang digelar di Kudus. Bahkan bersama Zahra Izzati Alkhaliqi siswi SDN Pujokusuman 1 Yogyakarta dan Ayla Dva Khala Ahisma siswa SDN Nanggulan, Maguwoharjo dipilih talent Scout tim MilkLife Soccer Challenge menjadi wakil Indonesia.
Dia pun punya pengalaman bermain dengan pesepakbola puteri belia lainnya dari berbagai negara. Termasuk yang rerata memiliki postur tubuh lebih besar dari pemain Indonesia. Tapi, menurut dia, hal itu bukan persoalan. "Yang penting tim main kompak pasti bisa mengalahkan lawan," tuturnya.
Wakil ketua panitia MSC Jogja 2025 Edi menambahkan, antusiasme para putri Mataram ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri usia dini yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti tak kurang dari 1.315 siswi dari 70 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar yang ikut. Bahkan ada pesepakbola puteri belia dari Jogja yang bermain di JSSL Singapura. "Ke depan kami sedang penjajakan dengan Gothia di Swedia," ungkapnya.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengatakan, para putri Yogyakarta telah menunjukkan peningkatkan kualitas dalam penguasaan permainan sepak bola. Hal ini semakin membuat optimis, misi memiliki talenta pesepakbola putri handal.
"Turnamen MilkLife Soccer Challenge dapat menjadi media munculnya talenta-talenta pesepak bola putri di usia dini untuk supply pemain di KU 14. Ini peluang besar dan perlu dukungan besar untuk mengambil kans tersebut, perlu regenerasi juga sehingga ke depan timnas Indonesia jauh lebih bagus," ucap Timo. (vis/zam)
Editor : Herpri Kartun