JOGJA - Pengda Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) DIY bertekad akan meloloskan Tim Gateball DIY lagi ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Nusa Tenggara Timur-Nusa Tenggara Barat (NTT-NTB) 2028 mendatang.
Sekaligus menargetkan agar para atletnya bisa meraih medali emas bagi DIY pada ajang tersebut.
Ketua Umum Pengda Pergatsi DIY Gatot Saptadi menjelaskan, pada PON XXI Aceh-Sumatra Utara (Sumut) 2024 lalu, Pergatsi DIY untuk pertama kalinya berhasil meloloskan atlet dan turut berkontribusi menyumbangkan satu medali perunggu bagi Kontingen DIY.
Namun, hasil dirasa kurang memuaskan, pihak Pengda Pergatsi DIY meminta kepada tim Gateball DIY agar melakukan evaluasi tim.
Hal ini untuk mempersiapkan atlet-atlet gateball bisa lebih giat dan memperbanyak sparring dengan atlet-atlet daerah lain.
Dengan begitu, diharapkan pada kejuaraan ke depan, atlet DIY bisa mengharumkan nama DIY, baik di kancah nasional maupun di even lainnya.
"Terlebih dalam persiapan PON XXII di NTT-NTB dan Fornas 2025 di NTB. Harapan kami dapat membantu dan menambah pundi-pundi medali untuk Kontingen DIY," katanya, Rabu (18/6/2025).
Sementara, Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sejauh ini Pengda Pergatsi DIY dinilai telah berhasil menambah jumlah atlet secara signifikan.
Terutama dari kalangan muda seperti siswa dan siswi SMP maupun SMA.
Untuk saat ini, tercatat ada sebanyak 222 atlet yang kemudian bertambah menjadi 620 atlet.
Selain itu, jumlah klub juga mengalami peningkatan dari semula hanya 20 klub menjadi 33 klub di DIY.
Dalam hal kepelatihan juga mampu mencetak 30 pelatih dengan sertifikasi provinsi, satu pelatih dengan sertifikasi nasional, dan tiga wasit nasional.
Sehingga ke depan tim gateball DIY diharapkan bisa menjadi satu andalan bagi DIY, terutama saat mengikuti PON 2028 nanti.
"Mudah-mudahan oleh tuan rumah tetap akan dimasukkan menjadi salah satu cabor yang akan dipertandingkan. Mengingat PON XXI 2024 yang lalu tim DIY berhasil mendapatkan perunggu, pasti yang akan datang bisa meraih minimal satu emas," tuturnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Pergatsi Essy Asiah menjelaskan, Pergatsi maju karena daerah-daerah yang ada juga maju, salah satunya DIY.
Meski menjadi olahraga masyarakat untuk segala umur, dengan kemajuan-kemajuan, gateball saat ini sudah menjadi olahraga prestasi.
"Dengan ikut PON (2024 lalu), mudah-mudahan nanti di NTT-NTB juga (dipertandingkan)," tandasnya. (ayu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita