SLEMAN - Kabar baik datang dari PSS Sleman. Sebab manajemen tim yang berjuluk Super Elang Jawa ini sudah melunasi seluruh denda yang dijatuhi oleh FIFA terkait tunggakan gaji mantan pelatih.
Pelatih PSS Sleman Mazola Junior menjelaskan, meskipun begitu, proses pencabutan sanksi larangan transfer oleh FIFA masih belum sepenuhnya selesai. Karena masih ada kendala administratif yang disebabkan oleh libur panjang di negara asal sang mantan pelatih yang bersangkutan. "Kalau bayar pengurus sudah bayar. Cuma ada administrasi di sana,” ungkapnya, Rabu (8/1).
Selain sudah menyelesaikan seluruh kewajiban finansial kepada FIFA, manajemen PSS Sleman juga sudah mengurus semua berkas dokumen terkait pencabutan sanksi dari FIFA tersebut dan semua dokumen itu juga sudah diserahkan. Tinggal lapor ke FIFA dan buka banned, agar bisa transfer pemain. “Pengurus juga sudah bicara dengan saya kemarin, dan itu sudah clear," tegasnya.
Sanksi registration ban dari FIFA untuk PSS Sleman diketahui masih aktif hingga saat ini. Sanksi tersebut masih terpampang dengan jelas di dalam website FIFA. Akibatnya selain belum bisa melakukan transfer pamain, sampai detik ini juga tim Laskar Sembada juga belum bisa mendaftarkan pemain baru ke dalam skuadnya yang direkrut pada bursa transfer paruh musim ini.
Padahal, tim pelatih PSS Sleman sendiri ingin terus melakukan pergerakan dalam perekrutan pemain pada bursa transfer paruh musim ini. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dari tim yang berjuluk Super Elang Jawa ini dalam memperkuat skuadnya untuk menghadapi putaran kedua kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Meski sudah berhasil mendatangkan dua pemain asing, secara pribadi Mazola sendiri masih menginginkan untuk bisa minimal mendatangkan lagi empat pemain lokal ke dalam skuadnya. Empat pemain lokal itu nanti rencananya akan diproyeksikan di posisi, bek kanan, gelandang bertahan, serta dua sayap kiri dan kanan. "Saya ingin ada penambahan pemain, tapi tidak ada pengurangan," lontarnya. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin