Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengamat Sepak Bola Fajar Junaedi Menilai, Pemecatan STY Akan Berdampak di Internal maupun Eksternal

Rizky Wahyu Arya Hutama • Rabu, 8 Januari 2025 | 02:50 WIB

 

Pengamat sepak bola asal Jogja Fajar Junaedi
Pengamat sepak bola asal Jogja Fajar Junaedi

 

 

 

JOGJA - Posisi Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia telah resmi berakhir pada, Senin (6/1) lalu. Kepastian tersebut telah diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir melalui konferensi pers di Jakarta.

 

Keputusan pemecatan hubungan kerja sama PSSI dengan pelatih STY itu sudah muncul sebelum babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat Indonesia kalah melawan China. Selain itu, menurut Erick Thohir, keputusan mengakhiri kontrak dengan pelatih asal Korea Selatan itu dilakukan setelah pihak PSSI melakukan pertimbangan yang sangat panjang.

 

Shin Tae-yong sendiri merupakan sosok pelatih yang telah melatih Timnas Indonesia sejak 2019 silam. Tidak bisa dipungkiri bahwa selama dua tahun terakhir, PSSI memiliki program yang sangat konsisten untuk membangun Timnas Indonesia.

 

Maka tentu saja, pemecatan hubungan kerja yang dilakukan oleh PSSI terhadap STY tersebut menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak. Bahkan seluruh masyarakat Indonesia pun juga mempertanyakan hal tersebut.

 

Menanggapi hal tersebut, Pengamat sepak bola asal Jogja Fajar Junaedi menyebut, bahwa pemecatan STY yang dilakukan oleh PSSI di tengah kompetisi Kualifikasi Piala Dunia 2026 cukup riskan. Sebab menurutnya kondisi dari sepak bola Timnas Indonesia saat ini terbilang berada dalam fase kritis, mengingat posisi yang aman di kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia.

 

Apalagi dengan pergantian pelatih ini, para pemain harus bisa beradaptasi lagi dengan pelatih baru yang akan diumumkan pada 12 Januari mendatang. "Pelatih baru tidak memiliki banyak waktu untuk adaptasi dengan pemain. Karena Indonesia akan berjumpa Australia dan Bahrain pada Maret 2025 nanti," jelasnya, Selasa (7/1).

 

Tentu saja, dengan pergantian pelatih ini, para pemain akan berhadapan dengan pelatih baru dan itu pasti juga butuh waktu untuk mengurangi ketidakpastian kognitif dan perilaku dalam proses komunikasi antara pemain dan pelatih. Apalagi, saat ini Timnas Indonesia sendiri tengah menjadi sorotan karena bisa dibilang sedang dalam prestasi yang cukup positif di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

 Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong, Erick Thohir Tegaskan Ini Waktu Yang Terbaik

Selain akan berdampak di dalam internal tim, Fajar juga mengatakan bahwa pemecatan STY itu juga akan memiliki dampak di eksternal. Sebab selama ini pelatih asal Korea Selatan itu sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia. "STY selama ini adalah sosok media darling yang dicintai media dan publik. Pelatih baru, siapapun orangnya, akan menghadapi tantangan internal dan eksternal ini," tegasnya. (ayu).

 

Editor : Din Miftahudin
#Fajar Junaedi #PSSI #pecat #STY #timnas indonesia #piala dunia