JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY mendorong agar presiden terpilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini bisa berkomitmen untuk membawa olahraga Indonesia ke pentas dunia.
Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto menjelaskan mengapa pihaknya ingin Presiden Indonesia terpilih nantinya bisa berkomitmen untuk menduniakan olahraga Indonesia.
Sebab, menurutnya, olahraga itu sangatlah penting untuk membentuk dan mengangkat nama atau karakter sebuah negara di kancah internasional.
"Olahraga ini sebagai piranti membangun bangsa atau menurut Soekarno menjadi nation dan character building, contohnya saat peristiwa PON 1 tahun 1948 dan Asian Games IV 1964. Di mana saat itu Indonesia sebagai tuan rumah dan menjadi bukti kekuatan Indonesia di kancah dunia kala itu," jelasnya Senin (19/2).
Jika dua event itu mampu membuka mata dunia akan kekuatan dan kemampuan Indonesia.
Maka, sejumlah agenda olahraga mulai muncul sebagai ikon di era global. Beberapa kegiatan tersebut saat ini sudah digelar di Indonesia. Mulai dari Moto GP, Formula E, hingga Piala Dunia U-17. Hal tersebut penting untuk bisa terus dilanjutkan pelaksanaannya ke depan.
Djoko Pekik menilai dengan sudah adanya kegiatan-kegiatan olahraga itu dunia itu maka sangat berkaitan dengan berbagai sektor di Indonesia.
Itu mulai dari pergerakan ekonomi, politik, sosial budaya, industri, pariwisata, iptek, dan aspek lain.
Djoko Pekik berharap agar berbagai kegiatan olahraha itu nantinya bisa terus didorong untuk diselenggarakan di Indonesia kembali.
"Ke depan, event-event dunia lainnya, seperti Olimpiade, FIFA world Cup, dan kegiatan-kegiatan olahraga lainnya, harus terus didorong untuk bisa digelar di Indonesia," katanya.
Guru Besar FIKK UNY ini juga mengatakan demi bisa menjadi tuan rumah dan mengantarkan atlet-atlet Indonesia berkiprah di tingkat dunia.
Maka, ada sejumlah hal yang perlu untuk disiapkan pemerintahan Indonesia dibawah presiden yang baru nantinya untuk membawa olahraga Indonesia ke pentas dunia.
Djoko Pekik juga menyatakan, negara harus hadir total dalam proses dan membantu tahapan-tahapan pembangunan.
Sebab, salah satu hal terpenting dan sangat mendukung pembinaan olahraga adalah disediakannya anggaran minimal dua persen dari APBN yang dimasukkan dalam aturan resmi atau bahkan tercantum dalam undang-undang.
Kemudian, pembangunan infrastruktur olahraga berstandar internasional yang merata di berbagai daerah harus terus dilakukan.
Selain itu, diikuti dengan diberikannya jaminan kesejaheraan dan hari tua bagi pelaku olahraga yakni atlet dan pelatih.
"Untuk mewujudkannya, maka harus ada one gate policy system di olahraga Indonesia. Kemudian orientasi pembinaan atlet harus ke level dunia yang didukung ketersedian jumlah pelatih lisensi internasional," ucapnya.
Djoko Pekik juga berpesan agar semua pihak ikut membantu membawa olahraga Indonesia ke pentas dunia.
Untuk itu peran masyarakat dan swasta perlu dimaksimalkan. Kemudian, peran perguruan tinggi untuk riset olahraga juga harus ditingkatkan.
"Atlet dan pelatih dimudahkan mendapat pendidikan, kemudian penyediaan anggaran untuk pembinaan klub di daerah dan memaksimalkan peran induk organisasi olahraga, peran dan KONI di semua tingkatan," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad