RADAR JOGJA - PSIM Jogja kembali menggelar latihan usai meliburkan tim selama dua minggu. Latihan perdana itu digelar di lapangan Kenari, Kota Jogja, kemarin (5/1). Latihan itu diikuti hampir seluruh penggawa PSIM, hanya Izmy Hatuwe dan Sendri Johansyah yang absen.
Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menjelaskan, latihan perdana tersebut diisi dengan menu conditioning. Selain itu, dia juga ingin melihat sejauh mana para pemainnya menjaga sentuhan bola setelah libur dua minggu. “Alhamdulillah masih terjaga dengan baik, kondisi kebugaran tidak drop banget. Secara keseluruhan mereka bisa memahami arti profesional,” kata Erwan usai memimpin latihan. Menurutnya, anak asuhnya bisa menjaga kondisi fisik dengan cukup bagus.
Erwan mengatakan, selama libur, dia memang tidak memberi program khusus kepada Aditya Putra Dewa dan kawan-kawan. Staf pelatih hanya memberi pemahaman agar para pemain bisa mandiri dan benar-benar bisa memahami arti profesional. “Tidak hanya untuk saat ini saja tapi untuk karir mereka ke depan, bahwa latihan itu suatu kebutuhan buat mereka. Dan itu bisa dijalankan dengan baik,” tandas Erwan.
Latihan perdana itu juga diisi dengan mengasah agility, speed, dan koordinasi antarindividu. Setelah itu diakhiri dengan latihan finishing. “Secara keseluruhan kalau finishing itu bagian dari latihan, tapi ini lebih ke fun game setelah di awal kami cek dengan sentuhan bola,” jelas pelatih kelahiran Magelang itu.
Menurutnya, latihan yang akan dijalani timnya di sisa minggu ini belum akan intens. Hanya conditioning saja. Sebab, kepastian kompetisi Liga 2 belum jelas. Kembali lagi seperti awal-awal dulu, kami mau buat program jadi sulit karena belum ada kepastian,” ucapnya.
Erwan sendiri turut mengomentari rumor transfer yang beredar. Rumor itu menyebutkan striker PSIM Johan Yoga Utama diincar klub Liga 1 Persikabo 1973. Johan diplot untuk menggantikan peran sementara dari juru gedor Persikabo Dimas Drajad yang sedang cedera. “Bagus buat mereka, berarti mereka juga punya potensi yang cukup untuk ke Liga 1,” kata Erwan.
Meski begitu, juru taktik 45 tahun itu masih akan menunggu situasi terkait kepastian kompetisi. Sebelum memutuskan apakah akan melepas pemainnya atau tidak. “Kalau banyak pemain yang diincar dan kami lepas lalu ternyata kompetisi jalan, kami jadinya nggak punya pemain. Kami harus menunggu kepastian kompetisi seperti apa,” ucapnya. (tyo/din)
Editor : Editor Content