Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mantan Penggawa Elja Jadi Tumpunan Garuda

Administrator • Senin, 21 November 2016 | 23:07 WIB
Fachrudin dan Bayu Gatra
Fachrudin dan Bayu Gatra
RADARJOGJA.CO.ID-Kekalahan Timnas 2-4 dari Thailand menjadi pelajaran penting Pelatih Alfred Riedl. Poin absolut, di laga kedua menghadapi tuan rumah Filipina Philippine Sports Stadium, Selasa (22/11) pun menjadi harga mati. Tak ingin kembali kecolongan, pelatih asal Austria itu meminta lini belakang lebih fokus.


"Lini belakang juga menjadi perhatian kami. Kami harap lini belakang tak lengah lagi dan bisa tampil lebih baik," tandas Riedl, dilansir dari Jawa Pos.Com.


Lini belakang yang dikomandoi mantan palang pintu PSS Sleman Fachrudin Wahyudi Aryanto pun wajib untuk fokus selama 90 menit. Riedl enggan, kesalahan elementer dalam koordinasi lini belakang berujung fatal.


Apalagi, hanya kemenangan dalam laga nanti yang bisa mengantarkan Skuat Garuda membuka jalan ke semifinal Piala AFF 2016 ini. Bila tersandung, perjalanan memang cukup berat.


"Menang tak bisa ditawar. Karena kalau menang kami akan buka jalan ke semifinal. Meski, kami akui Filipina bukan lawan yang mudah," kata Riedl.


Menurut Riedl, Selasa (22/11), nanti akan jadi pertandingan yang menarik. Sebab, dalam laga ini Filipina juga mengincar kemenangan setelah hanya meraih hasil imbang di pertandingan pertama kontra Singapura.


"Mereka bermain di kandang sendiri. Namun, kami sudah mempelajari dan menganalisa permainan Filipina. Kami akan pertajam lini depan untuk laga besok," papar dia.


Beragam evaluasi memang dijalankan oleh Riedl. kekalahan dari Thailand pada laga perdana, bisa jadi pelajaran berharga. (JPG/eri)

  Editor : Administrator
#piala aff #PSS Sleman #Timnas #BCS #Fachrudin Wahyudi Aryanto