Marak Keracunan MBG di Jogja, Kepala BGN Didesak  

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 03:30 WIB
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi - Delima Purnamasari/Radar Jogja 
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi - Delima Purnamasari/Radar Jogja 

 

JOGJA - Maraknya kasus keracunan akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik. Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, organisasi yang bergerak di bidang sosial mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab secara moril.

 

Tidak hanya bersifat birokratis dengan menjatuhkan sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah. 

 

Menurut dia, seharusnya Kepala BGN turun langsung ke Jogjakarta, menemui para orang tua siswa dan masyarakat, serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, ujar Sekretaris Yayasan Bijana Paksi Sitengsu R.M Teddy Anggoro dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026). 

 Baca Juga: Pembakaran Sisa Pakan Ditinggal, Kandang Ternak di Playen Terbakar

Selain hal tersebut, Teddy menegaskan, bahwa BGN juga seharusnya mulai menyiapkan langkah mitigasi kasus keracunan makanan yang terus menerus terjadi. 

Salah satunya dengan memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir. Misal bahan baku makanan benar-benar higienis dan berasal dari produsen lokal. 

 

Pengawasan ketat menurutnya juga harus dilaksanakan di dapur-dapur SPPG. Baik itu dari proses memasak, pengemasan, hingga distribusi. Mekanisme pengiriman makanan kepada penerima manfaat juga perlu diperhatikan untuk mencegah keterlambatan konsumsi. 

 Baca Juga: Warga Mulai Kesulitan Air Bersih, Polsek Salaman Ambilkan Air dari Sumber Mata Air di Wilayah Krasak

"Langkah mitigasi yang holistik ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik serta memastikan insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, katanya. 

 

Teddy juga sangat mendukung masukan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait dengan evaluasi terhadap SPPG yang teledor. Menurut Teddy, tata kelola rantai pasok yang transparan serta sistem pengawasan perlu dipersiapkan. Guna mengantisipasi sejak dini potensi keracunan makanan. 

 

Mitigasi keracunan MBG itu bisa menggunakan sistem yang sudah tertata dengan baik dari hulu ke hilir, bebernya. (inu) 

 
Editor : Heru Pratomo
Yayasan Bijana Paksi Sitengsu R.M Teddy Anggoro Mbg Sri Sultan Hamengku Buwono keracunan Kepala BGN