SLEMAN- Prosesi peletakan batu pertama oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X menandai dimulainya pembangunan Gedung Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (3/5).
Empat Konsep Smart Province akan diterapkan di markas baru tersebut.
"Baru saja kami melaksanakan kegiatan groundbreaking pembangunan Polda DIY, di mana tanah yang kita bangun ini adalah bantuan dari Ngarsa Dalem (HB X)," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui pasca acara peletakan batu pertama di Kawasan Gedung Baru Mapolda DIY, Minggu (3/4).
Polda DIY telah mengantongi Serat Kekancingan dari Keraton Jogjakarta sebagai pemilik tanah. Serat Kekancingan tersebut diberikan secara langsung oleh GKR Mangkubumi selaku Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa kepada Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono pada akhir Januari lalu. Status tanah merupakan Sultanaat Ground (SG) dengan luas sekitar 75 ribu meter persegi.
"Artinya secara formal itu memenuhi syarat untuk kemudian bisa dibangun oleh Polda, dalam hal ini melalui prosedur pembangunan yang bisa dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," bebernya.
Baca Juga: Tak Ingin Mengalah dari PSS Sleman, Kas Hartadi Ingin PSIS Semarang Tunjukkan Permainan Terbaik
Pembangunan Gedung Mapolda DIY yang berlokasi di Jalan Bibis, Sidomulyo, Godean, Sleman itu mengangkat tema 'Membangun Bhayangkara Presisi, Hamayu Hayuning Bawono'. Spirit untuk menjaga, memperbaiki, dan menciptakan keindahan serta keharmonisan bermasyarakat. Tema tersebut selaras dengan Tribrata dan Catur Prasetya. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun ini.
"Kita akan lihat apakah ini bisa langsung dituntaskan dalam satu tahun, ataukah nanti akan ada pengembangan-pengembangan baru," tuturnya.
Gedung Mapolda DIY yang baru, lanjutnya, dibangun dengan konsep Smart City. Ada empat konsep Smart City yang akan diterapkan di gedung baru tersebut. Pertama, data-driven policing hub.
Sistem ini berfungsi sebagai pusat kendali kepolisian berbasis data real-time.
Melalui sistem tersebut, informasi dari berbagai sumber dapat diolah secara cepat. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis fakta.
"Kedua, social listening and sentiment intelligence system, yaitu, sistem untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial, agar polisi dapat merespons isu secara lebih cepat dan tepat," jelasnya.
Ketiga, cyber security defense center. Fasilitas ini berfungsi melindungi sistem dan data dari ancaman siber seperti peretasan, penipuan online, hingga kejahatan digital yang menjadi fokus utama.
"Kehadiran pusat ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan digital institusi," tegasnya.
Keempat, decision intelligence and knowledge system. Sistem ini akan mengolah data dan pengalaman menjadi basis pengetahuan. Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan dalam membuat keputusan yang lebih cerdas, akurat, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tidak Kebagian Tiket PSS Sleman vs PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo? Berikut Link Live Streamingnya
"Memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada dengan konsep memadukan seluruh data di DIJ,sehingga itu bisa memberikan layanan secara real-time yang tentunya didahului dengan upaya untuk melakukan deteksi dini dengan dibantu oleh AI (Artificial Intelligence)," jelasnya.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menambahkan adanya fase baru dalam lanskap keamanan.Ancaman tidak lagi selalu tampak sebagai gangguan fisik, melainkan menjelma dalam bentuk kejahatan siber, disinformasi, hingga erosi kepercayaan publik.
"Laporan global menunjukkan bahwa kerugian akibat kejahatan siber terus meningkat secara eksponensial,menjadikannya salah satu risiko terbesar dalam sistem keamanan modern," ujarnya.
Dalam perspektif manajemen kontemporer, lanjutnya, organisasi yang unggul adalah mereka yang mampu mengintegrasikan data, teknologi, dan penilaian manusia dalam satu kesatuan sistem keputusan yang adaptif. Tantangan yang menghadang adalah membangun arsitektur kepercayaan, yang mampu merespons dengan cepat, akurat, dan berintegritas.
"Mapolda DIY ke depan, diharapkan menjelma sebagai satu kesatuan sistem keamanan yang utuh, melalui konsep Smart City tadi," jelasnya. (oso)
Editor : Bahana.