PT KAI Daop 6 Jogjakarta Tutup Tiga Perlintasan Liar dan Pasang Audio Peringatan untuk Pengendara
Fahmi Fahriza• Sabtu, 18 April 2026 | 22:23 WIB
PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar sosialisasi untuk tertib dan selamat saat melewati perlintasan sebidang kereta api, di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Jogja, (16/8).
JOGJA - Isu keselamatan di perlintasan sebidang kembali menjadi perhatian serius PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Jogjakarta sepanjang Triwulan I 2026. Sejumlah langkah konkret dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan, mulai dari penutupan perlintasan liar hingga peningkatan edukasi kepada masyarakat.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih menyampaikan, selama periode Januari hingga Maret 2026, Daop 6 mencatat telah menutup tiga perlintasan sebidang tidak resmi yang dinilai rawan kecelakaan.
Penutupan tersebut dilakukan di lintas Solo Kota–Sukoharjo KM 6+2/3 serta lintas Sukoharjo–Pasarnguter di KM 17+7/8 dan KM 17+8/9.
"Langkah ini menjadi bagian dari strategi utama untuk mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan liar atau tidak terjaga," katanya, Sabtu (18/4).
Selain penertiban fisik, pendekatan edukatif juga digencarkan. Sepanjang Triwulan I 2026, Daop 6 telah melaksanakan 217 kegiatan sosialisasi keselamatan. Mayoritas kegiatan dilakukan langsung di perlintasan sebidang sebanyak 212 kali, sementara lima lainnya menyasar sekolah dan lingkungan masyarakat.
"Upaya ini menunjukkan persoalan keselamatan tidak hanya berhenti pada infrastruktur, tetapi juga menyasar perubahan perilaku pengguna jalan," ulasnya.
Sebagai bentuk penguatan di lapangan, Daop 6 juga memasang perangkat audio imbauan keselamatan di sembilan titik perlintasan. Fasilitas tersebut berfungsi memberikan peringatan langsung kepada pengguna jalan agar lebih waspada dan patuh terhadap rambu saat melintasi jalur kereta api.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional perkeretaapian," ujar Feni.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang.
"Kami ajak seluruh masyarakat mematuhi rambu dan aturan saat melintas di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama," tegasnya.
Di sisi internal, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus. Hingga Triwulan I 2026, Daop 6 telah melaksanakan pembinaan penjaga perlintasan (PJL) hingga angkatan ke-7. Program ini tidak hanya menyasar petugas internal KAI, tetapi juga melibatkan petugas di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan.
"Melalui penutupan perlintasan tidak resmi, peningkatan sosialisasi, pemasangan perangkat imbauan, dan pembinaan petugas, kami harap bisa menekan potensi kecelakaan dan membangun budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian," lanjutnya.
Selain itu, monitoring rutin dilakukan melalui kegiatan Tilik Perlintasan Sebidang setiap bulan. Evaluasi ini bertujuan memastikan standar operasional dijalankan secara konsisten sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Dengan kombinasi penertiban, edukasi, dan penguatan SDM, Daop 6 Jogjakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta menciptakan lingkungan perlintasan yang lebih aman dan tertib.
"Keselamatan perjalanan kereta api itu tanggung jawab bersama," paparnya. (iza)