Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Rencanakan Gelar Lomba Mas Jos di Tingkat Kelurahan dan Kemantren, Ini Alasannya

Zakki Mubarok • Selasa, 26 Agustus 2025 | 03:12 WIB
MASIH MENUMPUK: Pengguna jalan melintas di dekat antrean gerobak berisi sampah di depo Purawisata, Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja, kemarin (25/8).
MASIH MENUMPUK: Pengguna jalan melintas di dekat antrean gerobak berisi sampah di depo Purawisata, Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja, kemarin (25/8).

JOGJA - Pemkot Jogja menaruh harapan tinggi terhadap program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).

Itu, antara lain, ditandai dengan rencana penyelenggaraan lomba Mas Jos di tingkat kemantren dan kelurahan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menargetkan penyelenggaraan lomba Mas Jos bisa memantik minat masyarakat.

Dengan begitu, program yang digagas pemkot tersebut bisa terealisasi di seluruh wilayah Kota Jogja.

”Lomba ini juga untuk memeriahkan HUT ke-269 Kota Jogja,” jelas Hasto di Balai Kota Jogja, Senin (25/8).

Bekas bupati Kulon Progo ini pantas banyak berharap terhadap kesuksesan program Mas Jos. Bagaimana tidak, program Mas Jos ditarget bisa mereduksi sampah hingga 48 ton per hari.

Jumlah itu sekitar 20 persen dari produksi sampah harian Kota Jogja yang mencapai 240 ton.

Hasto meyakini, Program Mas Jos mampu menyelesaikan persoalan sampah di Kota Jogja. Sebab, konsep program ini menerapkan penanganan sampah dari hulu.

Ada lima langkah penting dalam program Mas Jos. Yakni, memilah sampah sesuai jenisnya, dan membawa sampah anorganik ke bank sampah atau pengepul.

Langkah lainnya adalah mengolah sampah organik dengan metode biopori dan sebagainya. Lalu, tidak meninggalkan sisa makanan dan menggunakan wadah berulang.

Hasto menegaskan, program Mas Jos harus diterapkan di tiap rumah tangga. Meski, cukup dengan menerapkan tiga langkah utama. Yakni, memilah, mengolah sampah organik, dan membawa sampah anorganik ke bank sampah.

”Kami terus mengajak masyarakat agar mampu mengelola sampah dari masing-masing rumah tangga,” katanya.

Bersamaan, kata Hasto, pemkot juga berencana memperbanyak biopori jumbo di tiap kalurahan. Itu untuk memfasilitasi wadah pengolahan sampah organik rumah tangga.

Menurutnya, pembuatan biopori jumbo sebenarnya bisa diwujudkan dengan gotong royong beberapa rumah tangga.

Skemanya satu biopori jumbo untuk beberapa rumah. Pembuatan biopori jumbo juga bisa memanfaatkan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan.

Hasto berharap kelak sampah yang dibawa ke depo hanya residu.

Terpisah, Lurah Gunungketur Sunarni menyampaikan, wilayahnya sudah melaksanakan program Mas Jos.

Penerapannya dilakukan dengan memastikan penggerobak hanya menerima sampah sudah dalam keadaan terpilah.

Hasilnya, jumlah sampah yang dibuang ke depo turun drastis. Saat ini Kelurahan Gunungketur hanya membuang sampah 1,4 ton per hari. Sebelumnya 10 ton per hari. (inu/zam)

 

Editor : Herpri Kartun
#hasto wardoyo #sampah organik #Program Mas Jos #Pemkot Jogja #Sampah