Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sumbu Filosofi Jogja Siapkan Program Besar JPG dan TM 2 

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 4 Oktober 2023 | 14:25 WIB

Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja
Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Sumbu filosofi telah diterima sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO karena memiliki makna universal yang penting. Tidak seperti warisan budaya berbentuk bangunan dan mudah dilihat, Sumbu filosofi merupakan konsep tata ruang yang memiliki makna filosofi tinggi bagi masyarakat dunia. 


Penetapan itu membawa konsekuensi untuk pengembangan ke depan di wilayah tersebut. Namun, bukan pengembangan bersifat mengubah yang sudah ada, melainkan semakin memperindah agar nilai dari budaya itu tetap terjaga lestari. 


Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, akan ada program besar yang dirancang di Sumbu Filosofi Jogja. Rencana program ini sudah dilaporkan jauh sebelum penetapan. 

"Sebenarnya kalau pengembangan tidak kemudian berubah, tidak. Cuma ada program besar yang memang sudah kita rancang," katanya kepada Radar Jogja di Kompleks Kepatihan (3/10). 


Dian menjelaskan, program besar yang dimaksud yaitu Jogja Planning Gallery (JPG) dan Teras Malioboro. Di mana JPG akan dibangun di lahan eksisting kantor DPRD DIJ dan Teras Malioboro 2. Program besar ini yang akan diwujufkan di kawasan Malioboro. 


"Kalau yang lain kan pemeliharaan-pemeliharaan saja. Kalau Malioboro sudah kita laporkan ke UNESCO kan pendirian Jogja Planning Galery. Kemudian pengkondisian Teras Malioboro," ujarnya.  


Menurutnya, progres daripada pembangunan JPG masih dalam tahap perancangan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).  "Tapi dicek ke PU, saya hanya mengkoordinasi saja. Karena tatakala juga tergantung pada kemampuan keuangan juga," jelasnya. 


Dian menyebut dengan penetapan ini bagaimana Disbud berupaya mempertahankan predikat warisan budaya dunia. Instansi ini akan terus menguatkan nilai daripada kondisi bangunan yang ada di sumbu filosofi seperti halnya Beteng Keraton Jogja yang masih tahap pelestarian untuk penguatan nilai. 

"Kalau mungkin yang rusak harus dipelihara. Karena usulan kita intinya nilai, nilai nggak bisa dilihat kalau nggak ada wujudnya. Kalau wujudnya rusak, ya kita harus bertanggung jawab untuk memperbaiki," terangnya. 


Adapun, tujuh rekomendasi UNESCO terkait penetapan Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan budaya dunia yang perlu ditindaklanjuti Disbud DIJ. Antara lain, menguraikan secara lebih terperinci penerapan pendekatan historic urban landscape dalam mengelola tekanan pembangunan perkotaan di Jogjakarta. 


Kedua, menyempurnakan indikator-indikator pemantauan agar memadai untuk mengukur langsung kondisi konservasi atribut dengan nilai-nilai universal yang luar biasa (Outstanding Universal Values).

Tiga, mempertahankan moratorium pembangunan hotel dan memastikan pelaksanaannya di zona penyangga, sembari menyelesaikan kajian daya dukung dan membuat peraturan khusus yang secara permanen akan mencegah pembangunan gedung-gedung tinggi.


Keempat, melanjutkan penerapan proses  relokasi sukarela pemukiman informal di  dalam kawasan dengan memastikan  bahwa hak dan kebutuhan masyarakat tetap terlindungi. Kelima, mempertimbangkan kemungkinan untuk memperluas batas dan zona penyangga di beberapa bagian  kawasan di masa mendatang dengan  mengajukan permintaan sedikit perubahan batas agar pengelolaan tekanan pembangunan perkotaan lebih efektif. 


Kenam, melanjutkan pengembangan rencana manajemen risiko bencana untuk kawasan, termasuk pelatihan pengurangan risiko dan tanggap bencana. 

Ketujuh, menerapkan pedoman penilaian dampak warisan budaya yang baru saja diselesaikan, dan memastikan bahwa semua pembangunan perkotaan yang besar, pariwisata, dan proyek infrastruktur yang dapat berdampak pada kawasan dikomunikasikan kepada Pusat Warisan Dunia sesuai paragraf 172 Pedoman Operasional Pelaksanaan Konvensi Warisan Dunia. 


"Kami akan melaksanakan rekomendasi yang ada sebagai salah satu konsekuensi (ditetapkannya sumbu filosofi Jogjakarta sebagai warisan budaya dunia). Misalnya catatan (rekomendasi) yang sudah pasti disampaikan kepada kami, Beteng (Keraton) harus kembali," kata Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#TM 2 #warisan budaya dunia #Sumbu Filosofi Jogja #jpg #UNESCO #Jogja Planning Galery