RADAR JOGJA - Menjaga kelembapan bibir adalah dambaan bagi sebagian orang. Tak banyak dari mereka yang berani menggelontorkan uang untuk melakukan perawatan. Salah satunya lip rejuvenation atau laser bibir.
Dosen Tata Rias dan Kecantikan, Fakultas Vokasi UNY Eni Juniastuti mengatakan, lip rejuvenation adalah perawatan pada bibir dengan alat bantu berupa teknologi laser. Fungsinya untuk menstimulasi kolagen, meremajakan sel bibir, mengembalikan warna bibir, dan dapat mencegah bibir pecah-pecah.
"Inti dari lip rejuvenation sebagai antiaging melalui laser pada bibir. Yang jelas untuk mencerahkan bibir dan mengembalikan kelembapan pada bibir," katanya saat ditemui Radar Jogja Jumat (15/8).
Menurutnya, kasus yang paling sering terjadi adalah kering dan menghitamnya bibir. Kemudian banyak orang yang juga mengelupas kulit bibir yang mengering. Efeknya akan membuat bibir iritasi. “Laser bibir memang kualitas alatnya harus khusus dan tergantung keahlian dokter itu sendiri,” tambahnya.
Eni menerangkan, masyarakat banyak mencari lip rejuvenation karena melihat kondisi daerah yang tropis cenderung mengalami permalasahan pada kulit wajah seperti bibir. Selain itu, permasalahan bibir juga dipicu karena merokok, penggunaan kosmetika bibir berlebihan, dan minuman beralkohol.
"Akhirnya muncul kelainan-kelainan bibir yang mengganggu penampilan. Sehingga banyak yang mencari klinik perawatan yang menawarkan perbaikan pada kondisi yang dialami,” ujarnya.
Meski begitu, saat ini yang melakukan hanya orang-orang tertentu yang sangat memperhatikan penampilan dan memiliki keuangan cukup. Sedangkan pada masyarakat yang memiliki kekurangan finansial juga dapat melakukan perawatan secara tradisonal. Yakni dengan mengoleskan madu dan minum air putih yang cukup.
Ia menjelaskan, efek positif penggunaan lip rejuvenation antara lain bibir terlihat kenyal, merona, segar, dan cerah natural tanpa penggunaan lipstik. "Keriput halus dan garis-garis sekitar bibir diperbaiki dan terjaganya kelembapan bibir," ungkapnya.
Sementara efek negatif yang ditimbulkan dari perawatan bibir adalah perawatan yang bergantung akan keterampilan dokter. Serta kualitas mesin laser yang digunakan. Selain itu, perlu dilakukan pengulangan perawatan untuk mencapai hasil yang maksimal dan bertahan lama.
Efek samping yang terjadi setelah perawatan lip rejuvenation adalah biasa terjadi pembengkakan pada bibir, iritasi, terjadi pengelupasan jaringan hiperpigmentasi pada bibir yang dibuang, lalu bibir menjadi merah dan gelap dari pigmen yang ditragetkan. “Ada efek samping jika memang kulit bibir sensitif pada mesin laser yang digunakan,” kata Eni.
Menurutnya, tren perawatan bibir dengan lip rejuvenation akan terus meningkat. Sebab inovasi di bidang teknologi akan lebih berkembang dan canggih daripada saat ini. “Kalau dari dunia kecantikan, bukannya makin menurun tapi malah makin naik. Tidak hanya di bidang perawatan saja tapi juga kosmetik," tandasnya. (tyo/laz)
Editor : Satria Pradika