RADAR JOGJA - Proses pembangunan tol berdampak positif bagi Supriyati. Warga Padukuhan Pundong, Tirtoadi, Mlati, Sleman, ini menawarkan jasa pembongkaran sekaligus pembelian puing-puing rumah yang dibongkar. Melalui jasanya, perempuan 49 tahun ini bisa mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah.
IWAN NURWANTO, Sleman
Pembangunan tol Jogja-Solo terus berjalan di wilayah Kabupaten Sleman. Salah satunya di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati. Sebagian rumah yang terdampak mulai dibongkar. Ada rumah yang dibongkar sendiri oleh pemilik, tak sedikit yang memanfaatkan jasa pembongkaran.
Supriyati adalah salah satu yang menawarkan jasa pembongkaran rumah sekaligus pembelian puing-puing. Ia mengaku profesi itu dilakoni karena melihat peluang. Sebelumnya dia penjual sembako di kampungnya. Namun usahanya surut karena banyak pelanggannya yang sudah pindah imbas penggusuran proyek tol.
Dalam menjalankan profesi itu, Supriyati memanfaatkan koneksi suaminya yang merupakan bos proyek. Awalnya ia hanya diminta tolong untuk membongkar rumah tetangga. Puing-puing rumah yang sudah ia bongkar, kemudian dibeli untuk ditawarkan kepada para pengembang proyek.
Seiring waktu, Supriyati tidak menyangka kalau jasa pembongkaran rumah dan jual beli yang dijalaninya cukup dibutuhkan. Bahkan di Kalurahan Tirtoadi sendiri sudah ada enam rumah yang menggunakan jasanya.
Ia membeberkan, untuk satu rumah biasanya dia beli dengan harga Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Hasil pembongkaran rumah berupa puing-puing atau urug kemudian ia jual kembali kepada pengembang proyek dengan harga Rp 200 ribu per truk.
"Ini memang menjadi peluang baru di tengah proyek tol bagi saya. Hasil dari jasa pembongkaran dan jual beli urug ini, alhamdulilah bisa buat sekolah anak," katanya saat ditemui Selasa (8/8/23).
Supriyati menjelaskan, puing-puing rumah memang banyak dibutuhkan dalam awal proses pendirian sebuah bangunan. Khususnya untuk dasaran. Sehingga prospek bisnis dari jasa pembongkaran rumah dan jual beli puing-puing itu cukup menjanjikan.
Meksipun demikian, ia mengaku bahwa profesinya itu hanya akan dilakukan sementara saja. Sebab, menurutnya, ketika semua rumah sudah diratakan dan jalan tol sudah dibangun, nanti jasa dilakukan tidak lagi dibutuhkan.
"Mungkin sementara menjalankan bisnis ini dulu saja. Nanti kalau sudah ada modal, ya paling usaha warung makan atau yang lainnya," ucap Supriyati. (laz)