RADAR JOGJA - PSS Sleman gagal memanfaatkan peluang meraih kemenangan di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), saat dijamu RANS Nusantara FC, Minggu (30/7/23). Kedua tim hanya bermain imbang 0-0. Meskipun bermain di kandang sendiri, namun PSS bertindak sebagai tim tamu di laga ini.
Tim berjuluk Super Elang Jawa ini tak hanya gagal memanfaatkan keuntungan bermain di rumah sendiri. Anak asuh Marian Mihail ini juga tampil tidak seperti yang diharapkan. Sepanjang laga tak ada serangan yang berbahaya yang mengancam gawang The Prestige Phoenix, julukan RANS Nusantara FC yang dijaga Hilmansyah. Elang Jawa seolah tanpa taji di laga ini.
Di babak pertama tidak banyak peluang yang tercipta. RANS Nusantara sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Angelo Meneses memanfaatkan tendangan sudut. Tetapi wasit menyebut bila bola yang dieksekusi oleh Paulo Sitanggang itu lebih dulu keluar lapangan. Begitu pula gol Ricky Cawor yang dibatalkan sang pengadil lantaran disebut berada dalam posisi offside.
Baca Juga: PSS Raih Satu Poin, Agresif di Babak Kedua
Pelatih PSS Sleman Marian Mihail menyebut, anak asuhnya tampil buruk di laga ini. Timnya beruntung karena bisa mengamankan satu poin dari laga ini. "Itulah sepak bola. Kadang kami main bagus tapi tidak menang, sekarang kami main jelek tapi dapat hasil imbang," katanya dalam jumpa pers usai laga.
Mihail menjelaskan, anak asuhnya tampil berbeda dalam laga ini. Penggawa Laskar Sembada tak bisa melakukan penguasaan bola seperti biasanya. Hal itu karena pressing ketat yang diterapkan RANS Nusantara.
Laga ini juga menjadi yang pertama bagi Yevhen Bokhashvili untuk tampil dari bangku cadangan. Mihail menerangkan, hal itu dilakukan karena ia ingin mencoba dimensi penyerangan yang lain. Di mana biasanya Bokhashvili ditempatkan sebagai penyerang tengah klasik.
Baca Juga: Preview RANS v PSS: Ini Kandang Super Elang Jawa!
Mihail menempatkan Ricky Cawor di ujung tombak. Dengan maksud bisa berperan seperti Sergio Aguero saat di Manchester City. Tapi menurut Mihail, itu bukan solusi yang bagus karena tak terbukti di laga ini. "Kami akan analisis lagi. Tapi secara keseluruhan saya puas karena tidak kebobolan," ujar juru taktik asal Rumania ini.
Pemain PSS Sleman Thales Lira menyebut, RANS Nusantara bisa membaca permainan PSS dengan baik. Menurutnya, tim berjuluk Magenta Force itu hanya melakukan high pressing. Sehingga menyulitkan PSS untuk membangun serangan dari belakang. "Pertandingan ini cukup berimbang. Mereka (RANS) tidak memainkan bola yang sebenarnya, hanya high press," ucap pemain asal Brasil ini.
Sementara itu, pelatih RANS Nusantara Eduardo Almeida mengakui masalah penyelesaian akhir masih menjadi persoalan bagi timnya. Sejumlah peluang yang diperoleh anak asuhnya di laga ini tidak berbuah gol. "Bagi saya pemain sudah bermain bagus dan kami harus fokus ke depan serta mengembangkan masalah penyelesaian akhir," jelasnya.
Baca Juga: Kiper PSS Sleman Lulus dari Sekolah Vokasi UGM
Ya, Paulo Sitanggang dkk beberapa kali memang membahayakan gawang PSS yang dikawal Anthony Pinthus. Sejumlah peluang berbahaya di antaranya lewat Mitsuru Maruoka membuat Pinthus harus berjibaku mempertahankan gawangnya.
Tambahan satu poin dari laga ini menempatkan PSS di urutan 12 klasemen sementara dengan poin enam. Agustus ini akan menjadi bulan yang cukup berat bagi PSS. Karena akan menghadapi lawan-lawan yang berat dalam lima laga yang akan dilakoni. (tyo/din)
Editor : Satria Pradika