Untuk PPDB tahun ini, SMAN 1 Jogja membuka jalur afirmasi, zonasi, perpindahan orang tua, dan prestasi. Persyaratan sama dengan tahun lalu. Namun khusus jalur zonasi radius, berbeda dengan tahun sebelumnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Jogja Jumadi menyebutkan, untuk jalur zonasi yang dulu menggunakan radius 300 meter, kini menjadi 175 meter. "Di SMAN 1 Jogja ada 11 siswa yang sudah diverifikasi lewat jalur zonasi radius," ujarnya saat ditemui Radar Jogja Kamis (15/6/23).
Untuk kuota pemerimaan, "SMA Teladan" ini menampung 324 siswa. Jalur zonasi radius akan diterima 5 persen dari daya tampung, zonasi wilayah 50 persen, prestasi 20 persen, afirmasi 20 persen dan perpindahan orang tua 5 persen.
Sementara jalur prestasi, para calon siswa yang mau mendaftar minimal harus memiliki nilai akademik 330. "Itu nilai gabungan dan diperuntukkan bagi siswa yang ingin mendaftar di luar jalur zonasi," katanya.
Adapun 20 kecamatan yang masuk daftar wilayah zonasi di SMAN 1 Jogja meliputi Wirobrajan (Kelurahan Pakuncen, Patangpuluhan), Tegalrejo (Kelurahan Tegalrejo, Bener), Kraton (Kelurahan Kadipaten, Panembahan, Patehan), Ngampilan (Kelurahan Ngampilan, Notoprajan), Mantrijeron (Kelurahan Gedongkiwo, Kelurahan Suryodiningratan), Gondomanan (Kelurahan Gedongtengen), Ambarketawang (Kalurahan Balecatur, Banyuraden), Kasihan (Kalurahan Ngestiharjo, Tamantirto, Tirtonirmolo).
Jumadi berpesan kepada calon siswa yang mau mendaftar di SMAN 1 Jogja agar segera mengambil token dan mencermati progresnya. "Harus selalu memantau perkembangannya. Selain itu juga harus mencermati pilihannya," jelasnya.
Sementara itu sistem PPDB di SMAN 3 Jogja juga memiliki ketentuan yang sudah dikeluarkan pemerintah atau Dindikpora DIJ. Kepala Sekolah SMAN 3 Jogja Kusworo menyebutkan, sekolahnya sudah melaksanakan PPDB jalur inklusi. "Kami sudah menerima satu siswa inklusi," ungkapnya.
PPDB di SMAN 3 Jogja menerapkan beberapa jalur. Seperti jalur inklusi, afirmasi, zonasi, perpindahan orang tua, dan jalur prestasi. "Semua pelaksanaan sesuai aturan. Kami ikuti dan pendaftaran dilakukan secara online," jelasnya.
Untuk jalur zonasi radius, "Padmanaba" menerapkan radius 346 meter atau makin melebar. Tahun lalu 300 meter. Soal zonasi radius ini, tergantung dari tingkat kepadatan permukinan di sekitar sekolah.
Kuota penerimaan siswa di sekolah ini 252 siswa. Dengan kapasitas tujuh kelas dan di setiap kelasnya berisi 36 siswa.
Ada 16 kelurahan yang masuk daftar wilayah zonasi 1 SMAN 3 Jogja. Seperti Ngupasan, Prawirodirjan, Bumijo, Gowongan, Purwokinanti, Muja Muju, Semaki, Tahunan, Bausasran, Suryatmajan, Tegalpanggung, Sosromenduran, Baciro, Klitren, Kotabaru, dan Terban."Ketentuan ini yang menentukan pemerintah," tutur Kusworo. Pada jalur zonasi radius, di SMAN 3 Jogja ada 11 siswa yang sudah melakukan verifikasi.
Sebagai kepala sekolah, Kusworo berpesan kepada para calon siswa dan masyarakat agar jangan melihat jarak sekolahnya. Harus memastikan anak itu sekolah di tempat yang cocok."Jangan karena sekolah di dekat sini. Tapi harus mengambil sekolah yang cocok. Di mana sekolah tersebut bisa membantu meraih cita-cita anak. Sebab anak itu mempunyai kesenangan, hobi serta bakat masing-masing," tandasnya. (cr2/laz/sat)