KEBUMEN - Berbagai cara dilakukan warga Padukuhan Watugudig, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno demi mendapatkan air bersih. Warga juga telah membuat sumur bor hingga mencapai kedalaman 100 meter. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Kepala Dusun V Desa Tirtomoyo Khaeroni mengungkapkan, pengeboran sebelumya telah dilakukan di tiga titik berbeda. Dari titik pengeboran tersebut dinyatakan gagal meski ditemukan sumber air dengan debit sangat kecil.
"Daerah lain mungkin 10-20 meter air keluar. Di sini bolak-balik ngebor sampai 100 meter, tetap belum keluar," katanya saat ditemui Radar Jogja, Kamis (8/10/2026)
Baca Juga: Kini Tak Butuh Petugas di Lapangan Urai Lalin, 62 APILL Berbasis ATCS di DIY Terpasang
Selain sumur bor, warga setempat sebenarnya telah berupaya mengakses layanan air perpipaan. Bahkan, sekitar 20 keluarga sempat mengajukan sambungan PDAM. Meski demikian, permohonan tersebut belum dapat terealisasi dengan alasan kondisi geografis wilayah berada lebih tinggi dibandingkan sumber air. "Waktu itu mengajukan pendaftaran pelanggan. Tidak bisa," jelas Khaeroni.
Dia menyebut, Padukuhan Watugudig dihuni sekitar 85 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk mencapai 325 jiwa. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih cukup besar, terutama ketika musim kemarau panjang. Atas kondisi tersebut warga terpaksa mengambil air dari sumber yang jaraknya lebih dari satu kilometer.
Alternatif lain, warga harus rela merogoh kocek lebih untuk membeli air. Dalam sepekan warga mengeluarkan biaya Rp 125 ribu untuk kebutuhan 1.500 liter air. "Buat yang males antre, jalan jauh cari air paling beli. Satu kali kirim buat stok tiga hari," bebernya.
Baca Juga: Tidak Ada Desa Tertinggal, 75 Kalurahan di Bantul Berstatus Desa Mandiri
Khaeroni mengatakan, sejak sumber mata air mengering sebagian besar warga hanya mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah. Dia bersyukur, kondisi warga kini sedikit terbantu setelah saluran irigasi Wadaslintang mulai dialiri air.
Meskipun tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi, keberadaan air irigasi setidaknya dapat dimanfaatkan untuk mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Selain bantuan dari pemerintah, sekarang irigasi bisa digunakan," ungkapnya.
Baca Juga: Di Balik Kostum Wayang, Ada Petugas yang Menjaga Malioboro Tetap Bebas dari Asap Rokok
Camat Poncowarno Catur Wibowo mengatakan, wilayah Padukuhan Watugudig masuk dalam zona merah rawan kekeringan. Hampir setiap tahun wilayah tersebut kekurangan air bersih setiap musim kemarau tiba.
Pemerintah daerah bersama pemerintah kecamatan terus berkolaborasi agar kebutuhan air warga tercukupi hingga musim penghujan tiba.
"Di wilayah Desa Tiryomoyo tidak semua. Beberapa spot kekurangan air. Dan, kami koordinasi untuk kebutuhan air warga," tambahnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita