Semarakkan HUT RI, Water Toren Kota Magelang Berselimut 16 Kain Merah Putih

Naila Nihayah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB
Puluhan kain merah putih membentang dan mengelilingi water toren di Alun-alun Magelang, Jumat (14/8).
Puluhan kain merah putih membentang dan mengelilingi water toren di Alun-alun Magelang, Jumat (14/8).

 

 

 

MAGELANG - Water Toren Kota Magelang tampil berbeda menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Sebanyak 16 kain merah putih berukuran 10 meter x 3 meter dipasang mengelilingi bangunan yang menjadi salah satu landmark Kota Magelang tersebut.

Bendera-bendera itu dipasang di sela-sela 32 tiang penyangga Water Toren, sehingga dari kejauhan bangunan tampak berselimut ornamen merah putih. Pemasangan dilakukan secara bertahap selama sekitar sepekan dan ditargetkan bertahan hingga akhir Agustus.

Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla mengutarakan, pemasangan kain merah putih di Water Toren merupakan bagian dari upaya menghadirkan suasana berbeda pada momentum perayaan kemerdekaan.

Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Kaji Dokumen 13 Industri Wisata di KBAK, Belum Langsung Diserahkan ke IDEA

Dia menyebut, pemasangan ornamen merah putih tersebut merupakan kali pertama dilakukan di Water Toren. Ide tersebut muncul setelah wali kota menginginkan adanya tampilan baru pada sejumlah ikon kota agar tidak monoton.

"Ada suasana baru yang coba kita munculkan, supaya masyarakat tidak bosan. Pengunjung dari dalam maupun luar kota bisa melihat ada sesuatu yang berbeda," kata Yonas, Jumat (14/8).

Dia menjelaskan, sebelum pemasangan, pemkot meminta dibuatkan sejumlah alternatif desain. Dari beberapa pilihan, dipilih desain berupa kain merah putih yang dipasang di sela-sela tiang penyangga Water Toren.

Baca Juga: Sama seperti Raudi Akmal, Reno Candra Sangaji Persoalkan Hitungan BPKP dalam Gugatan Praperadilan

Yonas menilai, Water Toren memiliki posisi penting sebagai salah satu ikon Kota Magelang. Karena itu, bangunan tersebut tidak hanya dipandang dari fungsi infrastrukturnya, tetapi juga dapat dikemas sebagai bagian dari wajah kota. "Water Toren ini kan ikon Magelang. Semua bisa dikemas dalam berbagai bentuk, tetapi jangan sampai masyarakat bosan," bebernya.

Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Kota Magelang Ragil Budi Raharja mengatakan, terdapat 32 tiang yang menjadi penyangga Water Toren. Dari jumlah tersebut, bendera dipasang pada sela-sela tiang dengan total 16 lembar. "Untuk tiang itu berjumlah 32. Benderanya 16, dipasang di sela-sela tiang. Ukurannya 10 x 3 meter," sebut Ragil.

 

Dia menyebut, pemasangan tidak dilakukan sekaligus karena membutuhkan teknik khusus, terutama untuk pekerjaan di bagian atas Water Toren. Total sekitar 12 orang terlibat dalam proses pemasangan, termasuk teknisi dan tenaga khusus. "Ini (proses pemasangan) sudah mulai sekitar satu minggu yang lalu dan hari ini sudah selesai," paparnya.

Baca Juga: Usai Pidato Presiden, Ahmad Luthfi Tegaskan Arah Jateng: Semua untuk Kesejahteraan Rakyat

Seorang tenaga pemasang, Aan Dwi Retna Adi Susila menyebut, pekerjaan dimulai dengan memasang klem atau penjepit pada bagian atas Water Toren. Klem tersebut menjadi titik pengikat bendera. "Pertama kami pasang klem yang di atas. Setelah itu menggunakan tali dari atas. Kalau klem sudah terpasang semua, baru benderanya dipasang," jelas Aan.

Untuk memasang satu bendera berukuran 10 meter, dibutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Dalam proses pemasangan pun, sebagian pekerja berada di atas atau turun menggunakan tali, sementara pekerja lain berada di bawah untuk membantu pengencangan dan memastikan posisi bendera. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
kain merah putih water toren Yonas Nusantrawan Bolla PDAM Kota Magelang Kota Magelang