KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen memberikan pembekalan kepada 50 relawan dari berbagai komunitas kebencanaan. Para relawan dilatih secara khusus agar terampil dalam menghadapi kondisi dan situasi darurat.
Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto menjelaskan, selama kegiatan para relawan menerima pembekalan teori dan praktik lapangan kedaruratan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam segala kondisi, baik di kawasan hutan maupun medan yang sulit dijangkau.
"Pakai pendekatan praktik langsung. Relawan akan dapat gambaran nyata ketika menghadapi berbagai tantangan," terangnya, Kamis (6/8).
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Prambanan Sleman, 25 Siswa SD Terdampak
Kegiatan bertajuk Jungle Rescue ini berlangsung dua hari di kawasan Waduk Sempor. Selama kegiatan relawan yang hadir diberikan berbagai materi dan praktik, meliputi navigasi darat dan pembuatan bivak.
Selain itu dijelaskan mengenai teknik survival serta pemahaman dasar Search and Rescue (SAR). Relawan juga diajak berkemah di hutan sebagai bentuk simulasi kehidupan dan operasi di alam bebas.
Heri menyatakan, keberadaan relawan yang terlatih menjadi modal penting dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas diperlukan agar relawan memiliki kemampuan memadai ketika sewaktu-waktu diterjunkan ke lapangan.
Baca Juga: Hasil Persija vs Arema 3-1: Macan Kemayoran Rebut Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026
Dengan bekal yang dimiliki diharapkan relawan mampu bekerja secara cepat dan tepat serta mengutamakan keselamatan meski dalam kondisi darurat.
Heri melanjutkan, Kabupaten Kebumen memiliki potensi ancaman bencana cukup kompleks, mulai dari banjir, tanah longsor, kekeringan hingga tsunami. Kondisi ini mendorong BPBD mampu mencetak relawan yang terampil dalam menghadapi situasi apapun.
Pelatihan yang berlangsung juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya kesadaran mitigasi bencana bagi masyarakat. "Komitmen kami membentuk relawan terlatih," katanya. (fid)
Editor : Heru Pratomo