Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dipertanyakan Kades di Purworejo, Gaji Manajer KDMP dari APBN tapi untuk Karyawan Belum Jelas

Muhammad Hafied • Rabu, 15 Juli 2026 | 23:45 WIB
BELUM BEROPERASI: Gerai KDMP Wukirsari telah selesai dibangun, hanya menunggu peresmian Jumat (27/3/2026). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
BELUM BEROPERASI: Gerai KDMP Wukirsari telah selesai dibangun, hanya menunggu peresmian Jumat (27/3/2026). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

 



 

PURWOREJO – Kabupaten Purworejo kini memiliki 52 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sambil menunggu datangnya manajer KDMP dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), beberapa pihak mulai mempertanyakan operasional KDMP.

Terutama soal gaji bagi karyawan KDMP. Kepala Desa Krandegan, Kecamatan Bayan Dwinanto mengatakan, bergulirya program KDMP ternyata masih menyisakan pertanyaan besar.

 Di mana pemerintah belum memberikan kepastian perihal mekanisme dan besaran gaji untuk karyawan KDMP. Pun termasuk sumber alokasi anggaran yang digunakan untuk penggajian karyawan.

Baca Juga: Waspada! Musim Kemarau, Pencemaran Udara di Kota Jogja Diprediksi Meningkat

 Dia hanya mendapat informasi nantinya manajer koperasi akan diemban. "Kalau manajer itu dari SPPI, dibayar APBN. Tapi kalau karyawan, sampai sekarang belum ada kejelasan," ucapnya, Selasa (14/7).

Menurutnya, skema paling ideal terkait gaji karyawan KDMP diambil dari laba atau sisa hasil usaha koperasi. Kebijakan ini menjadi pilihan tepat agar tidak mengorbankan anggaran lain yang selama ini digunakan untuk program pembangunan. "Yang paling memungkinkan dari keuntungan KDMP," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti dalam peringatan Hari Koperasi Indonesia di Aula Gedung PLUT Purworejo, Selasa (14/7) menegaskan, KDMP merupakan salah satu pilar penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Hadirnya KDMP diharapkan menjadi ruang baru perputaran ekonomi bagi masyarakat Purworejo.

Baca Juga: Ekspresi 'Tidak Peduli' Victoria Beckham Saat Inggris Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Meme Terbesar Jagat Maya!

Yuli menyebut, saat ini di Purworejo telah terbangun 52 gerai KDMP. Ia pun mengajak seluruh pegawai terus membangun gerakan ekonomi berbasis kerakyatan melalui prinsip koperasi. Dengan begitu, diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi para anggota koperasi maupun masyarakat luas. "Mari terus perkuat sinergi, kolaborasi dan gotong royong dalam memperkuat peran koperasi," pesannya.

Menurut Yuli, peran KDMP cukup strategis. Tidak hanya meningkatkan ekonomi kerakyatan saja, namun memiliki peran lain sebagai ujung tombak peningkatan perekonomian daerah agar lebih berdaya saing. Ia menaruh harapan lewat pertemuan tersebut dapat lebih meningkatkan kapasitas pengurus maupun pegawai KDMP.

Forum tersebut fokus diisi dengan sarasehan yang diikuti 104 peserta dari 52 KDMP. Sarasehan ini juga turut menghadirkan narasumber, yakni Tenaga Ahli pada Kemenkop RI James Martua Purba serta narasumber lain yang berkompeten. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
SPPI KDMP hari koperasi Yuli Hastuti Purworejo