Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejumlah Desa di Kebumen Mulai Kesulitan Air Bersih, Warga Berjalan Jauh demi Temukan Mata Air

Muhammad Hafied • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:11 WIB
Petugas BPBD Kebumen melakukan asesmen di sejumlah desa yang mulai merasakan dampak kekeringan. (Dokumentasi BPBD Kebumen)
Petugas BPBD Kebumen melakukan asesmen di sejumlah desa yang mulai merasakan dampak kekeringan. (Dokumentasi BPBD Kebumen)

 

 

 

KEBUMEN - BPBD Kebumen mulai memetekan potensi kekeringan di sejumlah wilayah. Berdasar hasil asesmen petugas, warga di berbagai desa kini mulai merasakan kesulitan mencari ketersediaan air bersih akibat dampak musim kemarau.

Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto menyampaikan, kekeringan yang dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir dipicu minimnya ketersediaan air. Kondisi ini memaka sebagian warga harus berhemat menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kebutuhan paling mendesak droping air bersih. Kami lihat perkembangan situasi di sana," jelasnya kepada Radar Jogja, Senin (13/7).

Baca Juga: Sediakan 2.000 Lowongan Kerja di Job Fair Tahun Ini, Dinsosnakertrans Kota Jogja Ungkap Serapan Tahun Lalu Kurang Optimal 

Tercatat, kekeringan mulai melanda wilayah Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam. Selain itu petugas BPBD juga mendapat laporan kekeringan di Desa Prigi, Kecamatan Pejagoan dan Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng.

Dari hasil pencataan tim asesmen, khusus di Desa Kalirejo sedikitnya 164 kepala keluarga atau sekitar 670 jiwa terdampak kekeringan. Sedangkan di Desa Sidoagung sebanyak 110 kepala keluarga atau 550 jiwa mulai merasakan kesulitan air bersih.

 Sebagian warga bahkan rela menempuh jarak cukup jauh demi mendapatkan sumber mata air. Saat ini BPBD juga telah menyiapkan langkah dengan mengalokasikan anggaran penanganan kekeringan.

Baca Juga: Mitchell Baker Resmi Menjadi WNI, Erick Thohir Apresiasi Dukungan Pemerintah

"Sudah disiapkan bantuan 100 tangki air bersih. Ketika terus meluas, kami siapkan skema lewat CSR dan pihak ketiga," katanya.

Dia menyebut, sebagian desa di Kecamatan Karanggayam memang cukup rawan terjadi kekeringan, termasuk di Desa Kalirejo. Selain wilayah Karanggayam, potensi kekeringan juga rawan terjadi di Kecamatan Sadang, Sruweng, Karangsambung, Alian dan Pejagoan.

Atas kondisi tersebut BPBD selalu memberikan intervensi dengan mengirim bantuan air bersih bagi warga membutuhkan.

Baca Juga: Sebanyak 38 Calon Paskibraka Kota Jogja Mulai Jalani Latihan Intensif, Ini Tahapannya

 "Ketika membutuhkan air, dasarnya permohonan. Setelah itu ada asesmen ke lapangan," ucapnya.

Heri menjelaskan, selain fokus kekeringan, BPBD juga saat ini menaruh perhatian terhadap potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Dia megimbau agar masyarakat tetap waspada atas potensi tersebut seiring terjadinya musim kemarau panjang. (fid)

Editor : Heru Pratomo
Droping Air Bersih Kekeringan kebumen mata air BPBD