MUNGKID - Sebuah gudang pengolahan cengkih di wilayah Dusun Jambu, Tempurejo, Tempuran terbakar pada Rabu (8/7) sore. Kebakaran itu diduga dipicu korsleting listrik pada mesin diesel. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Anggota tim rescue Damkar Kabupaten Magelang Hendra Cahyo Widi menyebut, laporan diterima sekitar pukul 16.30 dan bergegas menuju lokasi. Damkar pun menerjunkan tiga unit mobil pompa dan satu unit suplai air guna menjinakkan api yang sudah membesar di area ruang mesin.
Dia menjelaskan, kebakaran bermula sekitar pukul 16.30, saat warga sekitar mendengar dua kali suara ledakan dari dalam gudang. "Sebelumnya, pada pukul 15.00, aktivitas produksi telah dihentikan dan mesin dimatikan karena jam kerja telah usai," terangnya, Kamis (9/7).
Baca Juga: Dasar Hukum Lemah, Satpol PP Kota Jogja Sulit Tertibkan Pengamen Perempatan Ber-Sound System
Mendengar ledakan tersebut, dua pekerja langsung menuju sumber suara. Mereka mendapati kobaran api telah muncul dari mesin diesel yang digunakan untuk menggerakkan alat pemotong cengkih. Semula, mereka berupaya memadamkan api secara mandiri, namun gagal.
Hendra mengatakan, proses pemadaman tidak berjalan mulus. Petugas sempat mengalami kendala saat hendak mengakses ruang mesin diesel yang menjadi pusat api. "Pintu ruangan yang terbuat dari besi dalam kondisi terkunci dan macet, sehingga memperlambat penanganan awal," sebutnya.
Setelah akses berhasil dibuka dengan cara mencongkel, petugas secara intensif melakukan pemadaman dan pendinginan. Api akhirnya berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar satu setengah jam, tepatnya pada pukul 17.59.
Dia menyebut, objek utama yang terbakar adalah ruang mesin diesel dengan luas sekitar 40 meter persegi. Meski demikian, petugas berhasil mencegah api merembet ke bagian lain, sehingga satu unit pabrik secara keseluruhan dapat diselamatkan dari kerusakan yang lebih besar.
Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Hendra, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik pada mesin diesel di dalam gudang.
"Untuk dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari genset atau mesin diesel yang berada di dalam gudang dengan kerugian ditaksir Rp 100 juta," jelasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo