Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perkuat Sistem Penyelamatan Pendaki, Shelter Darurat Berteknologi Hadir di Jalur Suwanting Merbabu

Naila Nihayah • Senin, 15 Juni 2026 | 19:55 WIB
KOKOH: Sebuah shelter darurat didirikan di Jalur Pendakian Suwanting untuk memperkuat sistem penyalamatan. Dok: TNGMb untuk Radar Jogja
KOKOH: Sebuah shelter darurat didirikan di Jalur Pendakian Suwanting untuk memperkuat sistem penyalamatan. Dok: TNGMb untuk Radar Jogja

MUNGKID - Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) kini mengoperasikan shelter darurat berbasis teknologi di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting, Kabupaten Magelang. Kehadiran shelter tersebut menjadi titik perlindungan sekaligus respons awal kondisi darurat di jalur pendakian.

Kepala Balai TNGMb, Anggit Haryoso menjelaskan, shelter yang berada di ketinggian 2.738 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dirancang untuk menjawab kebutuhan penanganan cepat ketika pendaki menghadapi situasi berbahaya. Mulai dari cuaca ekstrem, hipotermia, hingga kecelakaan di jalur yang dikenal cukup menantang tersebut.

Selama ini, kata dia, proses evakuasi di jalur pendakian kerap terkendala jarak, medan, serta keterbatasan fasilitas penunjang di titik-titik kritis. Kehadiran shelter darurat ini diharapkan menjadi simpul penting dalam rantai penyelamatan, terutama sebelum tim evakuasi melakukan penanganan lanjutan.
Baca Juga: Mahasiswa Ikut Gelar Aksi di Bantul, Soroti Naiknya Harga BBM hingga MBG

Dia menyebut, shelter ini bukan sekadar tempat berlindung, tetapi menjadi titik evakuasi awal untuk kondisi darurat. "Ini bagian dari upaya kami mendukung target zero accident dalam aktivitas pendakian," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Anggit menambahkan, meningkatnya jumlah pendaki dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya peningkatan fasilitas keselamatan yang lebih adaptif terhadap kondisi lapangan. Jalur Suwanting sendiri dikenal memiliki karakter medan yang cukup ekstrem dengan perubahan cuaca yang cepat.

Selain fungsi perlindungan, lanjut dia, shelter ini juga dilengkapi berbagai perangkat berbasis teknologi. Di antaranya panel listrik tenaga surya sebagai sumber energi mandiri, CCTV untuk memantau aktivitas dan kondisi cuaca secara real time, Wi-Fi, perangkat komunikasi radio, serta sistem penangkal petir.
Baca Juga: Kunjungi SMPN 13 Jogja, Pemain Timnas Futsal Indonesia Beberkan Kunci Sukses Tembus Level Nasional

Anggit nengatakan, fasilitas tersebut memungkinkan petugas melakukan pemantauan lebih cepat dan akurat terhadap kondisi di lapangan. Sekaligus mempercepat koordinasi ketika terjadi keadaan darurat.

Pembangunan shelter dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026, melalui kolaborasi antara Balai TNGMb, pihak swasta, dan masyarakat setempat. Skema kerja sama ini menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Head of Marketing Communciation Arei Outdoor Gear, Nashiruddin Muhammad mengutarakan, pembangunan shelter emergency merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan aktivitas pendakian Gunung Merbabu Jalur Suwanting. 
"Bukan karena kami mengharapkan keadan darurat terjadi, namun karena kami peduli ketika hal itu terjadi," sebutnya.
Baca Juga: Pemerintah Kalurahan Tepus Gunungkidul Bentuk Tim Khusus, Tangani Pungli Ramai-Ramai di Kawasan Pantai Watulawang

Kepala Dusun Suwanting, Sutopo menilai, kehadiran shelter ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pendaki. Tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan. 
"Ini bentuk kolaborasi nyata. Masyarakat ikut terlibat dalam menjaga dan mengelola kawasan agar tetap aman dan berkelanjutan," bebernya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Perkuat Sistem #Penyelamatan Pendaki #Shelter Darurat #Berteknologi #Jalur Suwanting Merbabu