Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasil Uji Labolatorium Logam Temuan Candi Losari ternyata Elektrum Setara Emas 16,5 Karat

Naila Nihayah • Kamis, 11 Juni 2026 | 06:07 WIB
Tim juru pugar menemukan peripih yang berisi logam berwarna kekuningan selama proses pemugaran.
Tim juru pugar menemukan peripih yang berisi logam berwarna kekuningan selama proses pemugaran.

 

 

 

 

MUNGKID - Temuan logam berwarna kekuningan di situs Candi Losari, Kabupaten Magelang, mulai menemukan titik terang. Berdasarkan uji laboratorium Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah, benda itu bukan emas murni, melainkan elektrum atau paduan logam yang secara historis kerap digunakan dalam konteks ritual dan simbolis pada bangunan suci.

Penanggung jawab rekonstruksi Candi Losari, Junawan menjelaskan, berdasarkan hasil pengujian, komposisi logam tersebut merupakan campuran emas, perak, tembaga, dan unsur logam lain.

Secara kualitas, kandungannya disetarakan dengan emas berkadar sekitar 16,5 karat. "Secara ilmiah disebut elektrum, campuran beberapa logam. Nilainya setara emas 16,5 karat," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).

Baca Juga:  Kandang Terbakar di Gunungkidul karena Puntung Rokok, Damkarmat Minta Warga Waspada Saat Musim Kemarau

Logam tersebut ditemukan pada April 2026 di bagian dasar struktur candi yang berlokasi di Dusun Losari, Losari, Salam. Temuan itu berada dalam sebuah kotak peripih atau wadah yang dalam tradisi arkeologi dikenal sebagai elemen penting dalam pembangunan candi.

Junawan menyebut, peripih bukan sekadar pelengkap konstruksi, tetapi memiliki makna simbolik dan spiritual. Keberadaan logam tersebut, kata dia, berkaitan dengan fungsi sakral sebagai 'penghidup' unsur spiritual bangunan. "Sederhananya sebagai sumber energi spiritual suatu candi, untuk menghidupkan roh atau jiwa kedewaan," katanya.

Selain lempengan logam, isi peripih umumnya terdiri atas berbagai material simbolik lain, seperti biji-bijian, batu mulia, hingga lempeng logam bertulis. Kombinasi benda-benda ini diyakini merepresentasikan konsep kosmologi dan keseimbangan alam dalam ajaran yang berkembang saat candi dibangun.

Baca Juga: Keluarga Korban Dugaan Malapraktik Kesulitan Akses Rekam Medis, Direktur RSUD Prambanan Persilakan Ambil Salinan

Dia menjelaskan, secara fisik, logam temuan di Candi Losari memiliki ukuran panjang 18,25 sentimeter, lebar 11,02 sentimeter, dengan ketebalan 0,11 sentimeter. Beratnya tercatat sekitar 0,1117 gram.

Meski relatif tipis, lanjut Junawan, nilai historis dan arkeologisnya dinilai jauh lebih penting dibanding nilai material semata. Temuan ini melengkapi penemuan lain di lokasi yang sama, yakni dua arca Dewa Surya yang juga ditemukan saat proses pemugaran berlangsung.

"Seluruh artefak tersebut kini telah diamankan di Kantor BPK Jawa Tengah di wilayah Bugisan, Prambanan, Klaten, untuk keperluan konservasi dan penelitian lanjutan," paparnya. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#candi losari #peripih #elektrum #emas #balai pelestarian kebudayaan