MUNGKID - Fenomena tawuran pelajar masih marak di wilayah Kabupaten Magelang. Karena itu, Pemkab Magelang mulai mengedepankan pendekatan pembinaan melalui program kemah karakter, yang digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengakui, aksi tawuran pelajar belakangan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sebagai respons, pemkab tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga mencoba membangun pendekatan preventif berbasis pendidikan karakter.
Satu langkah yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Polresta Magelang dan Kodim 0705/Magelang. "Kami juga menawarkan kepada masyarakat program kemah karakter, dan ini sudah kami jalankan dua kali," ujarnya, Kamis (28/5).
Program tersebut, kata dia, dirancang sebagai proses pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar intervensi sesaat. Meski dampaknya belum terlihat signifikan dalam waktu dekat, dia optimistis, pendekatan ini akan memberikan hasil jika dilakukan secara konsisten.
Dia menyebut, kemah karakter tidak berdiri sendiri. Program ini merupakan bagian dari rangkaian panjang yang diawali dengan koordinasi bersama kepala sekolah untuk mengidentifikasi tingkat kenakalan siswa di masing-masing sekolah.
Dari hasil pemetaan tersebut, siswa dengan kecenderungan perilaku menyimpang di atas rata-rata kemudian dilibatkan dalam kegiatan pembinaan. "Ini bagian dari proses. Dalam setahun kami targetkan empat kali pelaksanaan, setiap tiga bulan," jelasnya.
Baca Juga: Dua Sapi Kurban di Gunungkidul Terjangkit Cacing Hati, Ribuan Lainnya Dipastikan Sehat
Pendekatan yang digunakan dalam program ini juga tidak semata-mata disiplin fisik, tetapi menyentuh aspek psikologis anak. Pemkab pun mencoba menggali akar permasalahan kenakalan remaja, termasuk faktor keluarga dan lingkungan sosial.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar menegaskan, persoalan tawuran pelajar bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum. Tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Momentum Idul Adha, Jasa Penggilingan Daging di Kulon Progo Laris Manis
Menurutnya, kepolisian terus bersinergi dengan pemkab dalam menekan angka tawuran, baik melalui pendekatan preventif maupun penegakan hukum. Satu bentuk kolaborasi adalah keterlibatan orang tua dalam program pembinaan seperti camp karakter.
Di sisi lain, kepolisian tetap menjalankan fungsi penegakan hukum terhadap pelajar yang terlibat aksi kriminal. "Kami tetap melakukan sosialisasi, langkah preventif melalui patroli, sampai penegakan hukum terhadap yang melakukan tindak kriminal," tegasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo