MUNGKID - Penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang tahun ini tidak dilakukan di kompleks masjid, melainkan dipusatkan di rumah pemotongan hewan (RPH). Langkah ini diambil untuk menjamin standar kesehatan, kebersihan, dan ketepatan distribusi daging kepada masyarakat.
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis menjelaskan, pemotongan di RPH dipilih untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar profesional. Sehingga hasilnya lebih rapi, higienis, dan daging yang dibagikan terjamin kualitasnya.
Tahun ini, total hewan kurban yang terkumpul terdiri dari 10 ekor sapi dan 44 ekor kambing. Satu di antaranya merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto dengan bobot mencapai sekitar 1,07 ton. Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: Terkait Kasus Dugaan Pemalsuan Riset, UNY Cari Tiga Alumninya
Pada Idul Adha 2025, MAJT An-Nuur menerima hingga 12 ekor sapi. Menurutnya, penurunan ini berkaitan dengan kebijakan yang tidak lagi memperbolehkan pengumpulan kurban melalui pemotongan iuran aparatur sipil negara (ASN).
"ASN diberi kesempatan untuk berkurban di lingkungan masing-masing. Jadi jumlahnya memang tidak sebanyak tahun lalu," bebernya Rabu (27/5).
Meski jumlah hewan kurban berkurang, antusiasme jamaah tetap tinggi. Ribuan umat Islam memadati MAJT An-Nuur sejak pagi untuk melaksanakan salat Idul Adha.
Area parkir masjid hingga meluber ke ruas Jalan Soekarno-Hatta, sementara jamaah memenuhi hampir seluruh area masjid hingga ke selasar. Asfuri memperkirakan, jumlah jamaah mencapai antara 8.000 hingga 10.000 orang.
Baca Juga: Borneo FC Capai Kesekatapan dengan Pelatih Mauro Jeronimo, Berpisah dengan Fabio Lefundes Setelah Finis Sebagai Runner Up?
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, seluruh hewan kurban, termasuk sapi bantuan presiden, telah melalui pengawasan kesehatan yang ketat oleh dinas peternakan dan perikanan (dispeterikan). Sapi yang dibeli dari peternak lokal di Dusun Plutungan, Desa Wonolelo, Sawangan ini juga telah diserahkan ke MAJT setelah pelaksanaan salat Idul Adha.
Bagi sang peternak, Sapari, keberhasilan sapinya dibeli Presiden menjadi pengalaman yang tidak biasa. Sapi jenis simmental yang diberi nama Batu Aji itu telah dirawat selama lebih dari satu tahun sejak dibeli di Pasar Hewan Jelok, Boyolali.
Awalnya, sapi tersebut memiliki bobot sekitar 680 kilogram (kg) saat dibeli dengan harga Rp 42,65 juta. Setelah dirawat, bobotnya menyentuh 1 ton lebih 72 kg dan terjual di harga Rp 126 juta. "Setelah deal dibeli, pakan saya tambah, termasuk bekatul, dan kebersihan kandang lebih diperhatikan," ungkap Sapari. (aya/eno)