MUNGKID - Ribuan warga menyerbu kawasan Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur pada gelaran bakti sosial (baksos) pengobatan gratis yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Waisak 2570 BE/2026. Antrean panjang terlihat di berbagai titik layanan, mulai dari pemeriksaan umum, poli gigi, hingga skrining tuberkulosis (TBC).
Kegiatan yang digagas Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) ini kembali digelar sebagai agenda rutin tahunan. Di area layanan, ratusan tenaga medis tampak sibuk melayani pasien.
Baca Juga: Perempuan Belanda Telusuri Jejak Leluhurnya di Kota Magelang, Andalkan Kartu Pos Lama, Hasil Pencarian Masih Nihil
Wakil Ketua Panitia Waisak 2026 Karuna Murdaya menyebut, total tenaga kesehatan yang diterjunkan mencapai lebih dari 500 orang selama dua hari pelaksanaan, 23-24 Mei. Harapannya, target 8.000 pasien bisa tercapai. "Pasiennya umum, tapi yang paling banyak itu layanan gigi, seperti pembersihan karang dan tindakan ringan," paparnya, Sabtu (23/5).
Skrining TBC menjadi satu layanan yang paling diminati tahun ini. Dengan menggunakan peralatan rontgen mobile di lapangan, pemeriksaan dilakukan secara langsung untuk mendeteksi dini penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Karuna menegaskan, penambahan layanan skrining TBC merupakan respons terhadap tingginya angka kasus di Indonesia. Dia menyebut, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia.
Baca Juga: Muhammad Iqbal Bersyukur dan Tak Menyangka Gol Saltonya ke Gawang Madura United Dinobatkan sebagai Best Goal Super League Musim 2025/2026
"Setiap tahun korban TBC di Indonesia sangat besar. Ini jadi perhatian kita bersama, sehingga kami mencoba ikut berkontribusi melalui skrining di kegiatan ini," katanya.
Selain skrining TBC, layanan lain yang tersedia meliputi operasi minor untuk kasus kulit seperti lipoma dan kista, operasi katarak, serta berbagai poli spesialis seperti THT, anak, kandungan, hingga akupuntur. Di sektor kesehatan gigi, puluhan dokter gigi dan spesialis turut dilibatkan untuk menangani lonjakan pasien.
Menariknya, pada pelaksanaan tahun ini juga diperkenalkan layanan terapi energi yang baru pertama kali dihadirkan. Layanan ini melibatkan relawan dari luar negeri dan menjadi pelengkap pendekatan kesehatan yang lebih holistik.
Baca Juga: Lima Atlet Padel Asal DIY Masuk Pelatnas, Diproyeksikan ke Asian Games hingga PIala Dunia
"Ini pertama kali kita coba. Mereka datang sebagai relawan, dan kita ingin lihat bagaimana respons masyarakat terhadap terapi ini," ujar Karuna.
Ketua Umum DPP Walubi Hartati Murdaya menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata praktik ajaran Buddha. Khususnya dalam hal kepedulian sosial dan welas asih kepada sesama.
"Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bagian dari praktik Dharma. Melalui berbagi, kita belajar mengurangi keserakahan dan kebencian," bebernya.
Kabid Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Provinsi Jateng Elhamangto Zuhdan memberikan apresiasi tinggi terhadap Walubi. Dia menyebut, kegiatan ini sejalan dengan program Speling atau Spesialis Keliling yang digagas oleh Pemprov Jateng yang telah melayani lebih dari 100 ribu warga di pelosok desa. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita