Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KLIC Fest 2026, Event Internasional Terbesar Pertama di Klaten

joko suhendro • Kamis, 30 April 2026 | 11:14 WIB
MULAI DIKAMPANYEKAN: Suasana Soft Launching Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 yang digelar saat Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Hadir di antaranya Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, dan Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten, Purwanto. (KOMINFO KLATEN)
MULAI DIKAMPANYEKAN: Suasana Soft Launching Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 yang digelar saat Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Hadir di antaranya Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, dan Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten, Purwanto. (KOMINFO KLATEN)

KLATEN - Ajang bergengsi “persepedaan” akan digelar di Klaten, Jawa Tengah. Event yang akan dihelat selama delapan hari (17 – 24 Mei 2026) dengan label KLIC Fest (Klaten International Cycling Festival) 2026 ini, mengajak para pesepeda dan pecinta sepeda dari seluruh tanah air hingga mancanegara berkumpul di Klaten.

 Pelaksana Tugas  (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten yang juga sebagai PIC kegiatan KLIC Fest 2026, Purwanto menjelaskan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Klaten, untuk mempertemukan para peneliti, pegiat, dan komunitas sepeda dari berbagai negara. Mereka akan berkumpul, dan berbagi pengetahuan, serta memperkuat jejaring internasional dalam dunia sejarah dan perkembangan sepeda.

 “KLIC Fest 2026 ini merupakan event internasional pertama di Klaten. Luar biasanya lagi, rangkaian kegiatannya sangat panjang, kita geber selama delapan hari,” katanya kepada Radar Malioboro, di ruang kerjanya kemarin.

 Guna memperlancar kegiatan, saat ini kepanitiaan terus on process dan on progress. Sebagai kampanye awal, panitia sudah melakukan soft launching KLIC Fest 2026 ini pekan kemarin di Jakarta, tepatnya di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Minggu (26/4/2026) pagi.

 Purwanto menegaskan, KLIC Fest 2026 tidak sekadar ajang bersepeda, juga sarana promosi potensi daerah. “Melalui kegiatan ini, kami mengundang masyarakat luas untuk datang langsung ke Klaten. Kami siap menerima kunjungan dengan berbagai potensi unggulan yang kami miliki, baik dari sisi budaya, pariwisata, maupun ekonomi kreatif,” ungkapnya.

 Menurut Purwanto, event ini menjadi momentum penting untuk memperluas promosi daerah, sekaligus menegaskan bahwa Klaten terbuka bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Baca Juga: PSIM Jogja vs Persita Tangerang, Tanpa Beberapa Pilar, Jean-Paul Van Gastel Tak Ingin Hasil Pertemuan Pertama Terulang

Berkenaan dengan itu, nantinya para peserta selain bersepeda, akan diajak menikmati ragam kuliner khas, kekayaan gastronomi, serta keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Klaten.

 “Kami siap menyambut kehadiran para peserta di Klaten, dan memberikan pengalaman terbaik yang tak akan mudah terlupakan. Kenapa demikian? Karena Klaten memiliki potensi yang luar biasa. Potensi wisata dengan seribu umbul (Mata Air) dan seribu candi dengan berbagai ikutannya, seperti dunia kuliner, fesyen, desa desa wisata, industri kreatif dan lain sebagainya,” jelas Purwanto.

 Sebagai cuplikan rundown, pada hari pertama 17 Mei 2026, tamu asing yang jumlahnya kurang lebih 30 orang akan diajak morning walking city tour, Car Free Day Klaten, berangkat dari Hotel Galuh Prambanan hingga di depan Mall Matahari Klaten dengan rute keliling destinasi wisata unggulan, mulai dari Omah Wayang, Desa Wisata Melikan, tempat produksi kain lurik Prasojo (Pedan), Umbul Ponggok, dan ke New Rivermoon Adventure Polanharjo. Di hari yang sama dilanjutkan opening ceremony dan welcome dinner.

 Di hari kedua (18 Mei) adalah sesi akademis, yakni workshop atau seminar, dimana akan dipresentasikan tentang sejarah dan perkembangan sepeda dari berbagai narasumber dalam dan luar negeri. Konferensi sepeda ini akan berlangsung di Pendapa Kantor Kabupaten Klaten, dengan jumlah peserta 300 orang, terdiri dari 24 orang warga negara asing, Dubes Belanda dan Jerman, para perwakilan dari perguruan tinggi, Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Lingkungan Hidup, dan lainya.

 Selanjutnya pada 21 –24 Mei adalah sesi IVCA Rally Area Prambanan dan ABCD Fest (All Bike Classic Day Out Festival) di Lapangan Candi Sewu, Prambanan. Di sini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, semua genre sepeda antik, klasik, retro, vintage, bersatu dalam satu festival besar.

 Dalam kesempatan ini, akan ada Festival Candi Kembar, parade kostum, bike camp, pasar vintage, bazaar kuliner, social ride, music & culture show, exhibition, dan kontes sepeda klasik. Untuk social culture, peserta akan keliling Candi Prambanan dengan bersepeda kurang lebih berjarak 50 km dimulai dari pagi hingga sore hari, dengan kuota peserta 100 orang. “Mereka akan diajak keliling ke desa-desa sekitar candi,” kata Purwanto.

Baca Juga: Kehilangan Yang Cukup Besar, Achraf Hakimi Dipastikan Absen Perkuat PSG di Leg Kedua Semifinal Liga Champions Melawan Bayern Munich

 Dalam Festival Candi kembar yang akan berlangsung dua hari (Jumat dan Sabtu) di Paseban Candi Kembar, diwarnai kirap gunungan, pentas seni budaya (Tari Gedrok Lesung dan Jathilan), serta pemeran produk UMKM. “Pastinya dengan KLIC Fest Klaten 2026 ini nanti, kita tidak hanya berkonferensi akademik, juga menjadi wadah stategis untuk memperkenalkan Klaten yang kaya akan destinasi wisata. Outputnya, kelak akan semakian banyak kunjungan wisatawannya, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. (joko suhendro)

Editor : Bahana.
#KLIC Fest 2026 #Kominfo Klaten #Pemkab Klaten #jawa tengah