KEBUMEN - Kementerian Haji dan Umrah bakal menerapkan kebijakan baru terkait pemberangkatan maupun kepulangan jemaah haji asal Kebumen. Jika sebelumnya, calon jemaah haji (CJH) diberangkatkan dari Embarkasi Solo (SOC), namun tidak tahun ini. Mereka akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kebumen Suwaibatul Aslamiyah menerangkan, pemberangkatan CJH tahun ini memang sedikit berbeda dari sebelumnya. Seluruh CJH se-Eks Karisidenan Kedu, termasuk wilayah Kebumen bakal dialihkan ke YIA. Kebijakan ini menjadi bagian optimalisasi pelayanan ibadah haji. "Embarkasinya di dua hotel. Lokasinya Kulon Progro, dekat bandara. Jemaah haji satu malam di sana," ucapnya, kepada Radar Jogja Rabu (22/4).
Suwaibatul, pada musim haji tahun ini sebanyak 1.743 CJH reguler asal Kebumen siap diberangkatkan menuju tanah suci, Mekkah. Ia memastikan seluruh persiapan sudah matang. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah daerah untuk persiapan pemberangkatan. "Visa sudah, tinggal tunggu koper saja. Praktis persiapan hampir 100 persen," ungkapnya.
Suwaibatul menjelaskan, dari 1.743 CJH yang siap diberangkatkan akan terbagi menjadi enam kelompok terbang (kloter). Masing-masing kloter sendiri akan terbang menuju tanah suci dengan jadwal yang telah ditentukan. Adapun penerbangan pertama dijadwalkan berlangsung pada 6 Mei 2026 pagi dari Kloter 11. Setelah itu disusul pemberangkatan Kloter 12 sampai Kloter 16. "Nantinya koper jemaah langsung masuk bandara. Kalau di Solo ke asrama dulu," katanya.
Lebih lanjut, diungkapkan pada pekan ini telah dimulai pemberangkatan CJH gelombang pertama. Adapun puncak ibadah haji sendiri dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026. Suwaibatul menyatakan, selama di tanah suci CJH asal Kebumen nantinya akan didampingi 28 petugas haji. Terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tim medis dan petugas haji daerah. "Sudah pembagian petugas. Dari sisi pemberangkatan kami juga dibantu bagian Kesra Pemkab," terangnya.
Suwaibatul menjelaskan, perbedaan mendasar adanya pengalihan CJH dari SOC Solo ke SOC YIA terdapat pada jadwal pemberangkatan. Pada musim haji tahun lalu, pemberangkatan seluruh kloter CJH hanya berlangsung dua hari. Sedangkan tahun ini bertahap hingga enam hari. Artinya satu hari terdapat satu kali pemberangkatan kloter. "Fasilitas hotel untuk beberapa kloter tidak mencukupi, jadi satu hari satu kloter. Enaknya, jarak tempuh lebih dekat," ucapnya.
Sementara itu, salah satu CJH Ansor, 57, dari Kecamatan Poncowarno cukup mengapresiasi pelayanan haji yang dilakukan kementerian terkait. Dia meminta petugas nantinya tidak mengabaikan seluruh aspek pelayanan selama di tanah suci. Terlebih lagi CJH asal Kebumen mayoritas merupakan lanjut usia, sehingga perlu perhatian ekstra. "Yang tua-tua perlu diperhatikan. Kondisi fisik dan kesehatan terkadang bisa drop," pintanya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita