MUNGKID - Pemkab Magelang menggelar bursa kerja bertajuk Job Connect Fest 2026. Ada sekitar 2.103 lowongan pekerjaan yang dibuka. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran. Sejak pagi, ribuan pencari kerja telah memadati lokasi kegiatan.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magelang Pantjaraningtyas Putranto menyebut, kegiatan ini menjadi satu langkah konkret pemerintah dalam menjawab persoalan tersebut. "Animo masyarakat tinggi. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pekerjaan memang besar," ujarnya di Kantor Kecamatan Mungkid Rabu (22/4).
Baca Juga: UU PPRT Baru Saja Disahkan DPR, Bupati Gunungkidul: Ubah Stigma Perempuan Gunungkidul
Dia mengatakan, ada sepuluh perusahaan terlibat secara langsung (offline) dengan total 2.103 lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Sejumlah perusahaan ritel dan industri seperti Indomaret, Alfamidi, hingga perusahaan lainnya membuka berbagai posisi untuk beragam kualifikasi.
Selain itu, terdapat pula perusahaan yang berpartisipasi secara daring, termasuk dari luar wilayah Kabupaten Magelang seperti Kulon Progo dan Bantul. Hal ini memperluas peluang kerja bagi masyarakat lintas wilayah.
Tyas menuturkan, penyelenggaraan job fair tidak hanya bertujuan menyediakan informasi lowongan kerja, tetapi juga mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja. "Kami ingin mendekatkan perusahaan dengan masyarakat," bebernya.
Baca Juga: Gudang Penyimpanan Jadi Sasaran Operasi Pengawasan Satpol PP Gunungkidul, Berhasil Sita Ribuan Rokok Ilegal Senilai Ratusan Juta
Dia melanjutkan, job fair ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Meski tidak menyebut angka pasti, disnaker mencatat tren pengangguran di Kabupaten Magelang menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Saat disinggung soal lokasi job fair, Tyas menjelaskan, penyelenggaraannya memang dilakukan di tingkat kecamatan sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus memperluas jangkauan layanan. Meski digelar di kecamatan, lanjut dia, cakupan peserta tetap berskala kabupaten karena sistem pendaftaran dan informasi juga tersedia secara daring. "Ini (sasaran, Red) tetap untuk seluruh masyarakat Kabupaten Magelang. Lokasinya saja yang di kecamatan, tapi aksesnya terbuka luas," jelasnya.
Selain membuka lowongan kerja, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan pendukung seperti simulasi atau try out psikotes. Program ini dihadirkan untuk menjawab salah satu kendala yang kerap dihadapi pencari kerja, yakni kesulitan dalam tahapan seleksi psikologi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan peluang pencari kerja agar dapat lolos dalam proses rekrutmen. "Banyak yang mengeluh gagal di psikotes. Maka kami fasilitasi try out agar mereka punya gambaran dan bisa lebih siap," paparnya.
Baca Juga: Calon Jamaah Haji Kloter 1 YIA Kulon Progo Telah Sampai Madinah, Meski Sempat Delay Gegara Seremonial
Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan juga semakin spesifik. Selain kompetensi umum, beberapa perusahaan mulai mencari keterampilan khusus, termasuk kemampuan bahasa isyarat untuk mendukung pekerja disabilitas.
Hal ini, menurut Tyas, menjadi sinyal bahwa dunia kerja semakin inklusif, namun juga menuntut kesiapan kompetensi yang lebih beragam. "Kami juga sudah mengadakan pelatihan bahasa isyarat beberapa hari lalu, sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan tersebut," paparnya.
Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang David Rudiyanto menyebut, sektor ketenagakerjaan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak.
Dia menilai, penyelenggaraan Job Connect Fest merupakan langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan tenaga kerja. Sekaligus bagian dari upaya menyelaraskan kompetensi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dengan lebih dari 2.000 lowongan yang tersedia, dia berharap, peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. "Kalau peluang ini dimanfaatkan dengan baik, daya beli meningkat, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat bisa terdongkrak," terangnya. (aya)