Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Targetkan Tambahan Produksi 13 Persen, Mentan Amran Sulaiman Jadikan Pompanisasi di Magelang Contoh Nasional

Naila Nihayah • Kamis, 16 April 2026 | 23:45 WIB
Mentan didampingi bupati dan forkompimda saat mengecek lahan persawahan di Banyuurip, Tegalrejo, Kamis (16/4)
Mentan didampingi bupati dan forkompimda saat mengecek lahan persawahan di Banyuurip, Tegalrejo, Kamis (16/4)

 

 

 

MUNGKID - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lahan persawahan dengan sistem pompanisasi di Banyuurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4).

Potensi peningkatan produksi pangan melalui pola itu dapat digadang-gadang dapat menghasilkan hingga tiga kali panen dalam setahun.

Amran menilai, Magelang menjadi satu contoh daerah yang berhasil mengoptimalisasi lahan melalui teknologi sederhana namun berdampak besar.

Baca Juga: Sinergi Kodim 0709/Kebumen dan Radar Jogja Sabet Empat Penghargaan Nasional di Ajang TMMD

"Magelang ini sangat kreatif. Dulu panen satu kali, sekarang bisa sampai tiga kali karena pompanisasi sudah berjalan," ujarnya.

Sistem pompanisasi, kata dia, memungkinkan lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan kini mendapatkan suplai air secara lebih terjamin. Dengan begitu, petani tidak lagi terikat pada musim tanam tunggal.

Pria asal Sulawesi Selatan itu menyebut, perubahan ini berdampak langsung pada peningkatan indeks pertanaman. Jika sebelumnya satu hektare lahan hanya menghasilkan satu kali panen, kini berpotensi menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Baca Juga: Langsung Jadi Idola Bali United, Teppei Tachida: Saya Ingin Penuhi Ekpektasi Suporter

Konsep ini dikenal sebagai luas tambah tanam, yakni peningkatan frekuensi tanam tanpa harus menambah luas lahan. "Lahannya tetap, tapi luas tanamnya yang bertambah. Ini yang membuat produksi bisa naik tajam," bebernya.

Dia menjelaskan, pemerintah menargetkan program pompanisasi dapat menjangkau hingga satu juta hektare lahan di seluruh Indonesia. Terutama di wilayah lahan kering atau upland. Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Jika target tersebut tercapai, potensi tambahan produksi diperkirakan mencapai 6 juta ton gabah.

Angka ini, lanjut Amran, dinilai signifikan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. "Kalau satu juta hektare dengan produksi enam ton saja, itu sudah enam juta ton gabah tambahan," sebutnya.

 Baca Juga: Usai Viral Pelari Tertabrak di Jogging Track, Satpol PP Kebumen Sita 10 Mobil Mainan di Alun-Alun Pancasila

Selain pompanisasi, pemerintah juga menjalankan dua strategi lain secara paralel, yakni pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan rawa. Ketiga pendekatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi secara cepat.

Amran menyebut, langkah-langkah tersebut telah mulai menunjukkan hasil, dengan peningkatan produksi nasional mencapai sekitar 13 persen atau setara empat juta ton. Ke depan, potensi peningkatan produksi dinilai masih sangat besar.

Dia mencontohkan, jika dari jutaan hektare lahan dilakukan penambahan satu kali musim tanam saja, maka tambahan produksi bisa mencapai puluhan juta ton gabah. "Kalau tambahan satu kali tanam di dua juta hektare saja, itu bisa menghasilkan 12 juta ton gabah," ujarnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pompanisasi #Tegalrejo #mentan amran sulaiman #Banyuurip #Magelag